get app
inews
Aa Text
Read Next : Bukan Millennial, Tapi Guru SD Ini Sukses Bikin Game Edukatif Berbasis AI Saat Pelatihan di UMS

Thomas Power Ungkap Faktor Mundurkannya Demokrasi di Indonesia

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 15:58 WIB
header img
Bedah buku “Demokrasi di Indonesia dari Stagnasi ke Regresi” yang ditulisnya di UM Surabaya, Jumat (26/8/22). Foto/Tangkapan Layar

Direktur Eksekutif Kemitraan Partnership dan Bivitri Susanti, Laode M.Syarif, menuturkan bahwa kualitas partai politik sangat rentan akibat kekuatan ekonomi yang berkonsentrasi pada kelompok elit-elit tertentu yang menguasai ekonomi dan partai politik.

"Berdasarkan data Corruption Persepsion Index (CPI) tahun 2019, demokrasi di Indonesia mengalami penurunan di angka 38 karena kualitas penegakan hukum dan korupsi di sektor partai politik," kata Akademisi Fakultas Hukum Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera, Jakarta ini.

Sementara itu Ketua Pusat Studi Anti-Korupsi & Demokrasi (PUSAD) di UM Surabaya, Satria Unggul Wicaksana, menegaskan bahwa membaca dan membedah buku dari stagnasi ke regresi ini menjadi satu hal penting yang harus dilakukan oleh akademisi menjelang pelaksanaan Anti Coruuption Summit (ACS) ke-5.

Dimana ACS ke-5 tersebut akan banyak membahas isu-isu korupsi di sektor politik yang merupakan akar persoalan kemunduran demokrasi di Indonesia.

“RUU KUHP, revisi Undang-undang KPK, dan berbagai macam praktik ugal-ugalan demokrasi kita semakin menandakan bahwa  penting adanya refleksi dan konsolidasi gerakan masyarakat sipil,” tutur Satria.

Ia berharap kedepan pembahasan demokrasi di Indonesia akan terus digalakkan, mengingat tahapan Pemilu 2024 sudah berjalan dan dalam beberapa waktu kedepan akan ada kontestasi partai politik maupun aktor politik.

Acara yang digelar di Gedung G-Inspire UM Surabaya tersebut juga dihadiri langsung oleh seluruh Dekan Universitas di Surabaya dan juga kelompok masyarakat sipil.

Editor : Ali Masduki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut