Trisnadi Ungkap Kenekatan Khofifah Lewat Buku Foto

SURABAYA, iNews.id - Trisnadi Marjan, salah satu Pewarta Foto senior kota Pahlawan baru saja meluncurkan buku berjudul "Ibu".
Buku setebal 278 halaman tersebut mengemas foto-foto perjalanan karir Khofifah Indar Parawansa, sejak menjabat sebagai Mensos RI (2014-2017) hingga menjabat orang nomor wahid di Jawa Timur.
Trisnadi mengatakan, dari ratusan foto yang ia hadirkan, ada beberapa foto mengungkap keberanian sosok Khofifah ketika masih menjadi Menteri Sosial. Saat itu, pada Agustus 2015 Mensos Khofifah menginjakkan kakinya ke Puncak Jaya, Papua.
"Karena disana, setelah Indonesia merdeka sampai saat ini, hanya Khofifah Indar Parawansa Menteri yang menginjakkan kaki kesana," ungkapnya.
Kata Tris, Menteri Sosial era Presiden Joko Widodo ini tidak memiliki rasa takut sama sekali. Padahal satu minggu sebelum lawatannya ke Puncak Jaya Papua, ada informasi beberapa senjata satgas hilang.
Disana, lanjut Tris, aparat keamanan tidak mudah memberikan izin pada petinggi negara karena dianggap kawasan sebagai kawasan berbahaya. Namun mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Gus Dur itu tetap bersikukuh mengunjungi Puncak Jaya.
"Nekat pokoke. Itulah kenapa saya bukukan," ucapnya.
Mantan Lurah Kureksari ini bercerita, selama di Puncak Jaya Papua, Khofifah menyempatkan diri membagikan poster Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dan bendera Merah Putih kepada warga.
Saking hangatnya bercengkerama dengan masyarakat Papua, keberadaan Khofifah di lokasi itu melebihi waktu yang ditentukan oleh aparat keamana.
"Ibu disana diberi waktu dua jam. Tapi ibu nekat, malah lebih dari dua jam," kata dia.
Selama proses penyusunan buku Trisnadi tidak sendirian. Ia menggandeng Fatimatuz Zahroh, jurnalis perempuan yang juga menjadi saksi sepak terjang Khofifah Indarparawansa. Bahkan Khofifah tidak mengetahui jika ia menyiapkan kejutan tersebut.
"Buku ini saya dedikasikan untuk Ibu Khofifah. Semoga buku fotografi ini bisa menginspirasi, terutama kaum perempuan di Indonesia," terangnya.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengakui bahwa ia tidak mengetahui jika pengabdiannya dirangkum dengan apik dalam sebuah catatan visual oleh Trisnadi Marjan. Iapun merasa terharu dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim yang berhasil menyajikan karya visual tersebut.
“Saya surprise, haru dan apresiasi yang tinggi kepada tim penulis yang berhasil menarasikan dan mendeskripsikan perjalanan pengabdian saya selama ini. Terima kasih atas semuanya sampai terbitnya buku ini,” pungkasnya.
Editor : Ali Masduki