Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : PKS Jatim Tolak Penyediaan Alat Kontrasepsi bagi Remaja, Ini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Daya Tarik Kampung Edukasi Sampah Sedot Minat Anak Sekolah, Siswa SD hingga SMA Belajar Olah Sampah

Minggu, 25 Juni 2023 | 18:55 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Daya Tarik Kampung Edukasi Sampah Sedot Minat Anak Sekolah, Siswa SD hingga SMA Belajar Olah Sampah
Kader muda Lingkungan Kampung Edukasi Sampah menciptakan program edukasi kelola sampah usia sekolah. Foto iNewsSurabaya/ist

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id - Sampah menjadi masalah di semua tempat, kebiasaan orang membuang sampah sembarangan semakin memperparah problem sampah. Perilaku ini sering ditiru oleh anak-anak dan generasi muda. Untuk itu, lokasi sadar sampah menjadi magnet tersendiri bagi mereka.

Faktor itulah yang membuat para milenial yang tergabung dalam Kader muda Lingkungan Kampung Edukasi Sampah menciptakan program edukasi kelola sampah usia sekolah. Salah satu langkah yang dilakukan oleh para kader muda milenial itu adalah memberikan edukasi kepada anak usia sekolah dengan mengenalkan dan mempraktikkan cara pemilahan dan pengolahan sampah.

Koordinator Kader Muda Lingkungan, Reris Pratama Putra mengatakan bahwa  sadar akan lingkungan bukan lagi sebuah pilihan, namun menjadi keharusan. “Tidak hanya orang dewasa, anak-anak usia sekolah perlu dikenalkan sedari kecil. Karena merekalah yang akan meneruskan perhatian dan kecintaan pada lingkungan agar tidak semakin “memperberat” problem lingkungan,” ujar Reris

“Materinya dibuat sederhana dan fun untuk melatih memori. Merubah paradigm sebelumnya kalau sampah itu kotor, bau dan menjijikkan menjadi sampah bisa menjadi berkah dan bermanfaat,” lanjut Reris

Reris kembali menjelaskan bahwa para siswa diajak praktek pemilahan serta pengolahan sampah, sehingga mendapat pengetahuan praktis cara mengelola sampah, sehingga sampah menjadi lebih bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya.

“Pembelajaran dimulai dari pemilahan sampah menjadi tiga jenis, yaitu organik, anorganik serta barang berbahaya dan beracun (B3), selanjutnya mengubah sampah menjadi kompos dengan metode komposter hingga biopori, rincinya.

“Selain itu juga pemanfaatan sampah organik dan anorganik menggunakan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai upaya untuk mengurangi, menggunakan ulang dan mendaur ulang,” ungkap Reris.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut