Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Serang Usia Muda, Obesitas di Indonesia Mengkhawatirkan, Ahli Medis Beri Peringatan Begini!
Advertisement . Scroll to see content

Diet Nyaman Anti Gagal ala Aditya Pratama, Berhasil Sembuhkan Banyak Penyakit

Rabu, 02 Agustus 2023 | 10:06 WIB
  • author Ali Masduki
Diet Nyaman Anti Gagal ala Aditya Pratama, Berhasil Sembuhkan Banyak Penyakit
Aditya Pratama atau akrab dipanggil Mas Didit, seorang yang memiliki passion di bidang fitnes dan diet sejak 2006. Foto/Dok Pribadi

Berikut tips diet anti gagal dari  Mas Didit yang bisa diterapkan di rumah

1. Hilangkan orientasi Anda terhadap angka. Seperti sudah turun berapa kilo, membakar lemak atau kalori berapa banyak dan semacamnya.

Proses penurunan berat badan setiap orang itu variatif, banyak faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya penurunan berat badan setiap orang, seperti faktor usia, kondisi kesehatan, ketersediaan makanan, level stress, lingkungan, genetik, dan lainnya.

2. Cari metode diet yang membuat Anda nyaman. Ketika kita menjalani diet dengan cara yang nyaman, maka secara otomatis konsistensi itu akan muncul.

3. Jadikan diet sebagai gaya hidup. Diet adalah salah satu ikhtiar terbaik jika kita ingin memiliki tubuh yang sehat. Karena dengan diet, kita dapat memilih dan menentukan asupan yang baik untuk tubuh kita. 

Hal ini sudah diterapkan juga oleh banyak member di Program Diet Nyaman ala Mas Didit. Sebagai contoh ada beberapa member yang mengalami keluhan kesehatan seperti maag kronis, nyeri lutut karena berat badan berlebih, kolesterol tinggi, autoimmune hingga kanker stadium 4. 

Setelah menjalani program diet dari Mas Didit ini, beragam masalah kesehatan mereka berangsur membaik dan kualitas kesehatan mereka menjadi lebih stabil.

"Jadikan diet sebagai pembiasaan dan pola hidup, sehingga ketika kita menjalaninya akan terasa jauh lebih ringan. Dan untuk Anda yang tidak memiliki masalah kesehatan, jangan sampai kesehatan Anda terganggu dulu baru mulai diet, karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Prevention is better than cure," tutupnya.
 

Editor: Ali Masduki

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut