Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sports Mobile Legends Masuk Kurikulum Ekstrakurikuler di 100 SMP - SMA di Surabaya
Advertisement . Scroll to see content

BKKBN Jawa Timur Kejar Penurunan Angka Stunting 14% Tahun Ini, Begini Cara yang Dipakai

Kamis, 04 April 2024 | 13:02 WIB
  • author Arif Ardliyanto
BKKBN Jawa Timur Kejar Penurunan Angka Stunting 14% Tahun Ini, Begini Cara yang Dipakai
BKKBN Jawa Timur targetkan Penurunan Angka Stunting 14%. Foto iNewsSurabaya/humas BKKBN

Sementara itu, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Pusat, Nopian Andusti mengatakan, Jatim dinilai sukses dalam menerapkan program Bangga Kencana.

"Jatim menjadi tempat teman-teman dari Provinsi lain melihat bagaimana praktiknya, bukan hanya dari satu sisi, tapi terdiri dari beberapa program Bangga Kencana," katanya.

Bangga Kencana adalah Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana, dan sekaligus penurunan stunting.

Dijelaskannya, melalui Rakerda ini, merupakan langkah konsolidasi semua stakeholder terkait program Bangga Kencana. Baik melalui evaluasi yang sudah dilakukan, maupun langkah-langkah yang akan dilakukan.

"Baik itu menyangkut program Bangga Kencana maupun terkait masalah percepatan penurunan stunting di masa-masa yang akan datang," tambahnya.

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) no 72 tahun 2021, target penurunan stunting sebesar 14 persen. Namun terkait masalah stunting ini, kata Nopian, akan ada terus-menerus, sampai diharapkan 0 kasus.

Hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr. Erwin Astha mewakili Penjabat Gubernur Jawa Timur menyampaikan, kerangka pikir penyebab masalah gizi ada 3 hal adalah pola asuh, akses makanan dan penyakit. 

"Untuk pola asuh bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk melakukan pendampingan, misalnya orangnya mampu tapi makanan, pola asuh diserahkan pada asisten rumah tangga. Selanjutnya akses makanan, irisan Masyarakat miskin dengan yang mendapatkan bantuan sosial untuk ibu hamil yang miskin tidak sinkron, sehingga perlu ada aplikasi. Terakhir penyakit, stunting ada TBC. Harus disembuhkan terlebih dahulu, jika penyakit belum diobati maka stunting juga tidak dapat diatasi", paparnya. 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut