Kritik ini diperkuat dengan fakta bahwa keputusan penting di PKB yang dulu memerlukan tanda tangan dari Dewan Syuro, kini diambil tanpa konsultasi mendalam.
"Padahal, dalam tradisi NU, keputusan besar harus disetujui oleh empat pemimpin kunci, termasuk Ketua dan Sekretaris Dewan Syuro," tambahnya.
Selain pertemuan di Tebuireng, puluhan anggota dan mantan anggota Dewan Syuro PKB juga berkumpul di Hotel Yusro, Jombang. Mereka menyampaikan keluhan kepada PBNU terkait peran Dewan Syuro yang semakin terpinggirkan dalam struktur PKB.
"Kami hanya berfungsi sebagai pengawas dengan wewenang yang sangat terbatas," ungkap Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Cirebon, Lutfi Andalusie.
Lutfi dan anggota Dewan Syuro lainnya berharap PBNU segera mengambil tindakan nyata untuk mengembalikan PKB ke jalur yang benar. "Kami ingin PBNU segera bertindak dan mengadakan perbaikan yang konkret," tegasnya.
Hasil dari dua pertemuan penting ini akan segera disampaikan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sebagai langkah awal untuk mengembalikan marwah PKB sesuai dengan cita-cita pendirinya.
Editor : Arif Ardliyanto