Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Desak Cegah Peredaran Beras Oplosan di Pasar Tradisional, Ini yang Dilakukan DPRD Surabaya
Advertisement . Scroll to see content

Pak Jokowi! Pedagang Pasar Tradisional Merasa Pemerintah Tak Adil, Sulit dapat Minyak Goreng

Rabu, 09 Maret 2022 | 14:18 WIB
  • author M. Fiqih Wahyudi
Pak Jokowi! Pedagang Pasar Tradisional Merasa Pemerintah Tak Adil, Sulit dapat Minyak Goreng
Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) merasa pemerintah tidak adil kepada pedagang pasar tradisional

SURABAYA, iNews.id – Kebijakan penyaluran minyak goreng (Migor) membuat masyarakat merana. Mereka merasa tidak mendapat perlindungan dari pemerintah, karena penyaluran migor tidak tentu arahnya.

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) merasa pemerintah tidak adil kepada pedagang pasar tradisional terkait persoalan minyak goreng. APPSI membuat surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Umum APPSI Sudaryono mengatakan perlakuan yang diterima pasar tradisional berbeda dengan ritel modern. "Ketidakadilan berawal dari adanya kebijakan atas minyak goreng yang hanya untuk dijual di ritel modern, sementara di pasar rakyat tidak jelas kebijakannya," jelasnya, Rabu (9/3/2022).

Pemerintah disebutnya telah memprioritaskan dan mendahulukan distribusi minyak goreng murah ke ritel modern. Hal ini tidak adil bagi pedagang di pasar tradisional, karena banyak pelanggan pasar rakyat yang akhirnya belanja di ritel modern yang menguntungkan peritel modern dan merugikan pedagang pasar tradisional.

Selain itu, pada saat kebijakan diberlakukan, stok minyak goreng pedagang pasar masih banyak dan tidak laku dijual karena belanja sebelumnya sudah diharga Rp 17.000 hingga Rp 19.000/liter, dan harga jualnya masih Rp19.000 hingga Rp 21.000/liter.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut