LKS 2025, Ajang Pembuktian Keterampilan Siswa SMK di Bidang Otomotif di SMK Wijaya Putra Surabaya

Penilaian dalam kompetisi ini dilakukan oleh juri profesional dari industri otomotif, seperti Setiawan, Koordinator Learning Center Auto2000 Jawa Timur. Setiawan menekankan pentingnya ketepatan diagnosis, kecepatan penyelesaian masalah, dan kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku dalam industri otomotif.
"Kami menilai berdasarkan keakuratan dalam mendiagnosis masalah, efisiensi waktu dalam perbaikan, serta sejauh mana peserta mengikuti prosedur standar yang telah ditetapkan," kata Setiawan.
LKS ini diikuti oleh berbagai SMK unggulan, seperti SMK Negeri 2, SMK Negeri 5, SMK Negeri 7, SMK Wijaya Putra, SMK Al-Amal, SMK Dharma Bahari, SMK PGRI 4, SMK PGRI 1, dan SMK Rajasa Surabaya. Setiap sekolah mengirimkan satu peserta terbaik mereka, sementara beberapa sekolah mengirimkan dua peserta berdasarkan kebijakan panitia.
Kompetisi ini juga menjadi bagian dari seleksi untuk menentukan perwakilan Surabaya yang akan berlaga di LKS Provinsi Jawa Timur 2025. Dinas Pendidikan Jawa Timur menargetkan untuk mempertahankan gelar juara umum dalam ajang tersebut.
LKS ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga sarana penting bagi siswa SMK untuk menunjukkan keterampilan, kreativitas, dan inovasi dalam bidang otomotif. Dengan adanya kompetisi seperti ini, SMK Wijaya Putra berharap dapat terus menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja di industri otomotif yang terus berkembang pesat.
Dengan kompetisi dan pembinaan berkelanjutan, para peserta LKS Automobile Technology 2025 diharapkan dapat menjadi generasi unggul yang siap berkontribusi dalam industri otomotif nasional dan global.
Editor : Arif Ardliyanto