Anggota KPID Jatim Belum Dilantik, Imawan Mashuri: Gubernur Khofifah Segera Lantik!
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Proses perekrutan anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur periode 2024-2027 masih menggantung. Meskipun proses seleksi, termasuk uji kelayakan dan kepatutan oleh DPRD Jawa Timur, telah selesai pada 30-31 Januari 2025 lalu, hingga kini belum ada pengumuman resmi dan pelantikan. Kondisi ini mendapat sorotan dari tokoh penyiaran nasional, Imawan Mashuri.
Imawan Mashuri, salah satu pendiri stasiun televisi lokal JTV dan tokoh kunci dalam pembentukan KPI, menyatakan keprihatinannya atas lambannya proses pelantikan ini.
"KPI dan KPID adalah penjaga dunia penyiaran, menjaga kearifan lokal, menegakkan keberagaman konten dan kepemilikan, serta menjaga rambu-rambu aturan untuk penguatan, pelestarian, dan pencerahan budaya," tegas Imawan.
Ia mendesak Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk segera melantik anggota KPID Jawa Timur terpilih agar dapat menjalankan tugasnya.
"Orang daerah harus berdaulat atas daerahnya sendiri. Kearifannya harus dijaga dan dipelihara. Salah satunya dengan adanya KPID yang berfungsi penuh," tambah Imawan, menegaskan pentingnya peran KPID dalam menjaga keberagaman dan kearifan lokal dalam penyiaran di Jawa Timur.
Imawan juga mengingat kembali perjuangan panjang untuk menghadirkan KPID di daerah, mengingat awalnya DPR RI hanya menyetujui KPI di tingkat pusat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Putut Darmawan, menyatakan bahwa proses rekrutmen telah selesai dan Gubernur Khofifah telah menetapkan Komisioner KPID Jawa Timur melalui SK Gubernur Nomor: 100.3.3.1/218/013/2025 tanggal 24 Maret 2025. Masa jabatan yang ditetapkan adalah 2025-2028. Perubahan periode ini mengikuti mundurnya jadwal pelantikan.
Sementara menunggu pelantikan, masa jabatan anggota KPID periode 2021-2024 diperpanjang untuk menjaga operasional KPID. Namun, Putut enggan menjelaskan lebih detail mengenai jadwal pelantikan yang tertunda.
Senada dengan Putut, Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Dedi Irwansa (Partai Demokrat), juga membenarkan bahwa proses rekrutmen telah selesai dan hanya menunggu pelantikan oleh Gubernur. Ia menduga keterlambatan pelantikan KPID disebabkan kesibukan Gubernur.
"Sepertinya Gubernur masih sangat sibuk sehingga pelantikannya agak molor lama," ungkap Dedi.
Editor : Ali Masduki