get app
inews
Aa Text
Read Next : ​Ayah di Surabaya Tega Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil

Konser Denny Caknan di SEC Berujung Ricuh, Eri Cahyadi Pastikan Evaluasi Menyeluruh

Senin, 06 Juli 2026 | 16:12 WIB
header img
Panggung Hiburan Rakyat di Surabaya Expo Center (SEC) Minggu (5/7/2026) malam, berujung ricuh. (Foto : tangkapan layer akun tiktok @niaafirda).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gelaran Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SEC) yang dikemas dalam Panggung Hiburan Rakyat di kawasan eks Hi-Tech Mall/THR Surabaya, Minggu (5/7/2026) malam, berujung ricuh.

Pagar pembatas area panggung jebol lantaran tidak mampu menahan desakan ribuan penonton yang memadati konser gratis penyanyi Denny Caknan tersebut.

Akibat insiden dalam rangkaian acara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 ini, sedikitnya delapan orang dilaporkan mengalami luka-luka. Berdasarkan data awal, para korban terdiri atas dua petugas pengamanan dan enam warga sipil. Seluruh korban langsung dievakuasi ke RSUD dr. Mohammad Soewandhie Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan evaluasi total dan menyeluruh. Langkah ini diambil untuk mengusut penyebab membludaknya massa penonton hingga mengakibatkan jatuhnya korban luka.

Eri menegaskan bahwa laporan dari petugas di lapangan, jajaran anggota DPRD, hingga Wakil Wali Kota akan dihimpun menjadi bahan evaluasi berkala.

"Evaluasi tetap akan kita lakukan. Sebenarnya kegiatan itu ditujukan untuk wadah anak-anak muda. Nanti kita lihat juga secara detail, apakah memang banyak pengunjung yang datang dari luar Surabaya," ujar Eri, Senin (6/7/2026).

Eri menilai status konser yang digelar secara gratis bukan menjadi pemicu utama kericuhan. Sebab, berbagai agenda berskala besar yang digratiskan Pemkot sebelumnya selalu berjalan kondusif. Pengamanan awal berupa sistem gelang khusus bagi warga Surabaya pun sebenarnya sudah disiapkan oleh panitia.

"Tidak juga (karena gratis). Kegiatan seperti itu di Surabaya memang biasanya gratis. Sebelumnya juga sudah disiapkan sistem gelang untuk warga Surabaya yang datang. Tapi kemarin laporan masuk katanya pengunjung sampai membludak luar biasa. Makanya saya akan tanyakan langsung ke teman-teman di lapangan untuk mencari tahu penyebab pastinya," urai Eri.

Selain evaluasi teknis, Eri memastikan Pemkot Surabaya menanggung penuh seluruh biaya perawatan para korban, khususnya korban luka berat. Dari data sementara, dua petugas yang mengalami patah tulang telah mendapatkan tindakan operasi medis secara gratis. Kedua petugas pengamanan tersebut merupakan seorang anggota Babinsa dan seorang personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP/Damkar) Surabaya.

"Yang mengalami patah tulang ada dua orang dan semuanya sudah dibantu intervensi oleh Pemerintah Kota Surabaya. Tindakan operasinya juga langsung kita tangani," ungkap Eri.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut