Rahasia Rawat Bonsai Jutaan Rupiah di Jombang, Gus Masrur Bongkar Tips Sukses untuk Pemula
JOMBANG, iNewsSurabaya.id – Di tangan Muhammad Masrur, bonsai bukan sekadar tanaman hias. Pria asal Dusun Parimono, Desa Plandi, Jombang ini menyulap hobi menjadi ladang investasi yang menghasilkan hingga puluhan juta rupiah per pohon.
Lewat ketelatenan dan pemahaman mendalam, Gus Masrur sapaan akrabnya menjadi salah satu tokoh penting dalam dunia bonsai di Jawa Timur. Baginya, membentuk bonsai adalah seni, kesabaran, dan bisnis yang menjanjikan jika ditekuni dengan benar.
“Bonsai itu bukan sekadar hobi, tapi juga masa depan,” ujar Masrur saat ditemui di galeri bonsainya di Perumahan Citra Raya, Pandanwangi, Diwek, Jombang.
Bonsai sendiri merupakan seni menanam pohon dalam pot dangkal untuk menciptakan bentuk mini dari pohon-pohon besar di alam. Keindahannya terletak pada proporsi batang, akar, daun, hingga pemilihan pot yang sesuai.
Namun, di balik bentuknya yang indah, terdapat proses panjang dan penuh kesabaran yang tak banyak diketahui orang.
Menurut Masrur, banyak pemula terjebak membeli bakalan bonsai murah yang tampak menjanjikan di awal, tapi tak punya prospek nilai jual tinggi.
“Lebih baik beli yang punya prospek bagus meski agak mahal. Kalau salah pilih, kita rugi waktu dan tenaga,” tuturnya.
Sebagai contoh, ia pernah membeli bakalan bonsai seharga Rp200 ribu. Setelah dirawat selama tiga tahun, pohon itu hanya laku dijual seharga Rp750 ribu. Sementara jenis yang lebih berkualitas bisa meningkat drastis hingga puluhan juta.
Kuncinya, kata Masrur, adalah memahami karakter pohon sejak awal. “Tiap pohon punya watak berbeda. Ada yang suka banyak air, ada yang justru tidak. Kita harus tahu itu dulu sebelum mulai,” tambahnya.
Masrur sudah lebih dari 20 tahun menekuni dunia bonsai. Ia rutin mengikuti kontes bonsai tingkat nasional di berbagai daerah, terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Beberapa koleksi andalannya seperti pohon santigi, kimeng, ulmus, hingga cemara sudah malang melintang di ajang lomba.
Paling mengejutkan, salah satu bonsai santiginya pernah dibeli kolektor dari Semarang dengan harga fantastis: Rp65 juta.
“Saya tidak pernah beli jadi. Semua saya bentuk sendiri dari nol,” tegasnya.
Rahasia Media Tanam dan Lokasi Budidaya
Selain pemilihan pohon, media tanam juga tak kalah penting. Masrur menggunakan campuran pupuk kandang kambing, pasir Malang, dan sekam. Kombinasi itu terbukti cocok untuk merawat berbagai jenis bonsai.
Ia kini mengelola dua lokasi budidaya. Pertama, di rumahnya di Perumahan Citra Raya Jombang dan yang kedua di kawasan Sumbermulyo, Jogoroto, Jombang.
Harga bonsai di galeri milik Masrur sangat bervariasi. Untuk bakalan berkualitas sedang bisa dibanderol mulai Rp7 juta – Rp8 juta, tergantung jenis dan prospeknya.
“Kalau serius menekuni, bukan mustahil dari hobi bisa jadi bisnis bernilai tinggi,” pungkasnya.
Editor: Arif Ardliyanto