Islam Nusantara, Pancasila dan Sekolah Politik: Saatnya Anak Muda Ikut Main di Panggung Besar!
Moderasi Itu Bukan Kompromi, Tapi Keseimbangan
Sebagai moderator diskusi itu, saya tekankan satu hal: moderasi bukan berarti melempem. Ini bukan soal nyari aman atau cari tengah-tengah. Tapi bagaimana caranya setiap ide diposisikan secara adil, rasional, dan konstitusional.
Nah, ini penting. Anak muda terutama Gen Z sering banget jadi korban “overdosis informasi”. Semua lewat timeline. Tapi berapa banyak yang bener-bener ngerti dan terlibat?
Sekolah ini jadi ajakan buat kalian: ayo ikut main di panggung besar. Jangan cuma jadi buzzer dadakan. Kita butuh generasi muda yang nggak cuma aktif di TikTok, tapi juga ngerti peran hukum, politik, dan agama dalam kehidupan berbangsa.
Buat saya, inti dari fiqh kenegaraan itu bukan soal bentuk Islam atau bukan Islam tapi soal substansi: apakah negara ini adil? Apakah rakyat dilindungi? Apakah kebijakan berpihak ke yang lemah?
Kalau jawabannya “iya”, berarti kita sudah jalan searah dengan maqāṣid al-sharī‘ah tujuan utama syariat Islam.
Jadi, yuk, berhenti debat label dan mulai bicara substansi.
Sekolah Hukum dan Politik Kebangsaan ini bukan mimpi, tapi jawaban. Jawaban atas kebutuhan generasi baru yang tidak mau cuma ikut-ikutan. Tapi pengin ngerti, terlibat, dan membawa perubahan.
Siap jadi bagian dari perubahan?
Penulis:
Prof. Dr. Hufron., S.H., M.H.
Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Sekretaris Pengurus Wilayah Asosiasi Pengajar HTN-HAN Jawa Timur
Editor : Arif Ardliyanto