Vanguard Disebut Intip Saham di Indonesia, Kebijakan Dana Rp200 Triliun Jadi Katalis Pasar
Rumor pasar menyebut, Vanguard menargetkan valuasi hingga USD 100 miliar untuk DADA. Dengan jumlah saham beredar 7,4 miliar lembar, nilai per saham bisa mencapai USD 13,5 atau sekitar Rp230.000 per lembar.
Sebagai perbandingan, pada perdagangan 25 September 2025, harga saham DADA masih di level Rp149 per lembar, melonjak 9,55% dari perdagangan sebelumnya. Beberapa bulan sebelumnya, harganya bahkan sempat di bawah Rp50.
Meski terdengar fantastis, sejarah menunjukkan Vanguard berulang kali sukses membawa saham kecil menuju valuasi besar. Namun, jalan menuju target tersebut tidak mulus. Investor diprediksi akan menghadapi: Suspensi perdagangan akibat lonjakan ekstrem, Ujian kesabaran akibat status FCA dan Koreksi tajam yang bisa memicu aksi jual panik investor ritel.
“Ini bukan sprint, tapi marathon. Yang sabar akan menuai hasil lebih besar,” tegas Rendy.
Pengendali saham DADA juga disebut mulai menyiapkan skenario besar. Free float perlahan diperbesar, dividen dipersiapkan, dan langkah-langkah strategis digelar untuk menarik institusi global. Semua itu diyakini menjadi bagian dari panggung masuknya investor asing kelas dunia.
Pasar modal Indonesia sedang memasuki babak baru. Kombinasi kebijakan pemerintah, strategi masuknya modal asing, dan skenario jangka panjang emiten membuat saham DADA kian jadi sorotan.
“Pesan penting bagi investor hanya satu: jangan goyah oleh koreksi jangka pendek. Kesabaran akan menentukan hasil,” pungkas Rendy Yefta.
Editor : Arif Ardliyanto