Kisah Kampung KB Kencana, Gerakan Warga yang Ubah Ruang Hijau Jadi Pusat Edukasi dan UMKM
Dinkes Tinjau Program Unggulan yang Bikin Kencana Digdaya
Dinas Kesehatan Kota Probolinggo melakukan kunjungan lapang untuk melihat langsung tujuh program unggulan Kampung KB Kencana. Ini menjadi bagian dari rangkaian program PKK Sehat Lestari yang tengah digaungkan Pemkot.
Tujuh titik itu menjadi identitas sekaligus kekuatan utama Kampung KB Kencana.
1. Sekretariat Kampung KB: Rumah Data yang Menuju Digitalisasi Penuh
Di tempat inilah seluruh data, dokumentasi, dan profil kegiatan dikumpulkan. Lusi menyebut saat ini pihaknya tengah mengembangkan digitalisasi berbasis website agar data kampung semakin mudah diakses.
“Semua data akan kami digitalisasi, supaya kota maupun provinsi bisa mengakses dengan mudah,” tegasnya.
2. Rumah Dilan: Ruang Belajar Balita di Luar PAUD
Rumah Dilan atau Pendidikan dan Keterampilan adalah ruang belajar tambahan untuk balita. Di sini tersedia APE dari barang daur ulang serta Perpustakaan Srikandi yang dipenuhi buku bacaan.
“Inovasi Rumah Dilan hanya dimiliki lima kelurahan, dan salah satunya ada di sini,” ujar Lusi.
3. Warung PKK: Etalase UMKM Warga
Keripik singkong, keripik pisang, risol, dan aneka olahan rumahan dipajang di Warung PKK. Selain menopang ekonomi keluarga, tempat ini juga sering menjadi ruang belajar produksi bagi ibu-ibu UMKM.
4. Posyandu Lansia Sri Wedari: Ruang Hangat untuk Para Sepuh
Setiap bulan, para lansia datang untuk pengecekan kesehatan sekaligus bersosialisasi. Ruang posyandu yang nyaman membuat kegiatan ini selalu ramai, menjadi tempat mereka saling menguatkan.
5. KWT Srikandi & Kamelina: Kampung Edukasi Lingkungan untuk Anak
Tanah yang dulu kosong kini menjadi kebun sayur dan pusat edukasi bagi anak PAUD. KWT Srikandi bekerja sama dengan Bank Sampah untuk menyediakan sedekah sayur bagi keluarga berisiko stunting. Di sinilah anak-anak mengenal tanaman, sampah, dan lingkungan secara menyenangkan.
6. Program Cinta Al-Qur’an: Ruang Belajar untuk Lansia dan Disabilitas Mental
Setiap seusai Magrib, warga lansia dan penyandang disabilitas mental berkumpul untuk mengaji bersama. Program ini digagas bersama KUA Kanigaran, menjadikannya wadah spiritual yang sangat inklusif.
7. Gerpesh Jitu & Bank Sampah: Dari Sampah Menjadi Rezeki
Gerakan Peduli Sampah Siji Pitu (Gerpesh Jitu) menjadi pusat pengelolaan sampah, produksi pupuk organik cair, hingga kerajinan daur ulang. Bank Sampah yang dahulu hanya ada di RW 17 kini berkembang ke RW 4 dan ditargetkan hadir di seluruh RW.
“Rencananya akan kami kembangkan ke seluruh RW,” ujar Lusi.
Analis Kebijakan Dinkes PPKB Kota Probolinggo, Dewi Nawang Wulan, menyebut kemenangan Kampung KB Kencana sangat layak.
“Data di WEB Kampung KB sesuai dengan kondisi di lapangan. Administrasi tertata, inovasinya jalan, dan Pokjanya sangat potensial,” terangnya.
Ia menambahkan, capaian MKJP juga ikut mendukung keberhasilan program KB nasional. Dinkes berkomitmen melakukan monitoring setiap tiga atau enam bulan.
Keberhasilan Kampung KB Kencana tak lepas dari dukungan banyak pihak—Dinkes, BKKBN, Bakesbangpol, PMI, Kemenag, BAZNAS, PLKB, Puskesmas Kanigaran, KWT Srikandi, Gerpesh Jitu, hingga KIM Mawar Putih.
Kampung KB Kencana adalah gambaran bahwa perubahan bisa dimulai dari halaman sendiri. Dari ruang hijau terbengkalai, kini lahir kampung percontohan yang membawa manfaat luas: edukasi anak, penguatan lansia, pemberdayaan perempuan, ekonomi UMKM, dan penanggulangan stunting.
Sebuah bukti bahwa ketika warga bergerak bersama, kampung kecil pun bisa menjadi inspirasi kota.
Editor : Arif Ardliyanto