Kontrak Rp2,39 Triliun Dongkrak Sektor Maritim, Perusahaan Pelayaran Bangun Enam Kapal Baru
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perusahaan pelayaran, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) membangun enam unit kapal dan disewakan kepada PT Layar Nusantara Gas LNG dengan skema time charter.
Armada tersebut terdiri dari satu unit crew boat, satu unit pilot boat, satu unit offshore supply vessel (OSV), serta tiga unit multi-purpose tug. Kontrak dengan PT LNG akan berlangsung dalam jangka panjang hingga 18 tahun.
PT LNG merupakan perusahaan yang membangun dan mengoperasikan fasilitas Genting Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) serta bagian dari Genting Group.
Pembangunan kapal dilakukan setelah ELPI memenangkan tender penyediaan marine fleet charter untuk mendukung Proyek Genting Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) dengan nilai kontrak estimasi mencapai Rp2,39 triliun.
Direktur Utama ELPI, Eka Taniputra menambahkan bahwa, kontrak ini sejalan dengan arah bisnis perseroan di sektor offshore dan menjadi pencapaian penting sepanjang 33 tahun perjalanan ELPI.
Saat ini ELPI tengah memproses pengadaan dan pembangunan enam kapal tersebut, yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III hingga IV tahun 2028 sesuai dengan jadwal proyek.
“Ini mencerminkan kepercayaan jangka panjang terhadap kapabilitas ELPI dalam menyediakan layanan maritim berstandar tinggi untuk proyek energi berskala besar,” katanya, Senin (23/12/2025).
Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, menjelaskan enam unit kapal yang disewakan kepada PT LNG bertujuan mendukung berbagai kebutuhan operasional proyek di Teluk Bintuni, Papua Barat.
Armada tersebut akan digunakan untuk transportasi awak kapal, pemindahan pilot, patroli keamanan, tug assistance untuk operasi ship-to-ship, serta pengiriman dan logistik dari basis suplai di Sorong.
“Proyek ini menjadi portofolio penting bagi ELPI ke depan. Sejak dua tahun terakhir kami juga telah melakukan ekspansi ke Malaysia dan Brunei,” pungkasnya.
Sementara itu, Chief Operating Officer ELPI, Dave Ritandhaka, memastikan seluruh armada dirancang agar mampu beroperasi optimal di perairan Teluk Bintuni dengan mempertimbangkan karakteristik gelombang, pasang surut, angin, serta potensi cuaca ekstrem.
“Penyediaan armada mencakup layanan terintegrasi, mulai dari awak kapal yang kompeten, pemenuhan seluruh perizinan, hingga dukungan perawatan kapal dan peralatan operasional,” terang Dave.
Editor : Arif Ardliyanto