get app
inews
Aa Text
Read Next : Gayungan Jadi Contoh Kemandirian Pangan Surabaya, Warga Olah Sampah Jadi Emas dan Panen Jamur Tiram

Dari Sekolah ke Sawah Mini, 110 Ribu Siswa di Jawa Timur Dukung Ketahanan Pangan Program Presiden

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:16 WIB
header img
Ribuan pelajar di Jawa Timur terlibat langsung dalam Program SIKAP, mulai dari menanam hingga panen, sebagai dukungan nyata swasembada pangan nasional. Foto Surabaya.iNews.id/saipul

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional tak hanya digerakkan dari sawah dan tambak, tetapi juga dari ruang-ruang belajar. Di Jawa Timur, ribuan pelajar kini ikut ambil bagian dalam gerakan besar ketahanan pangan melalui Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang digagas Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Program ini menjadi bentuk dukungan konkret Jawa Timur terhadap prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan dan kemandirian pangan. Tak sekadar konsep, peluncuran SIKAP ditandai dengan aksi nyata berupa penanaman, penebaran benih, hingga panen serentak yang melibatkan 754 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di seluruh Jawa Timur.

Tak kurang dari 110.481 murid, guru, dan unsur pramuka terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Skala besar inilah yang kemudian mengantarkan Jawa Timur mencatatkan dua Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), yang diserahkan langsung kepada Gubernur Khofifah di SMKN 1 Plosoklaten, Kediri, Minggu (25/1).

Dua rekor tersebut masing-masing sebagai pelopor dan pelaksana SIKAP terbanyak di satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB, serta rekor atas prakarsa ragam penanaman produktif dan penebaran benih ikan secara serentak oleh lebih dari 110 ribu peserta.

Gubernur Khofifah menegaskan, SIKAP bukan sekadar program pendukung ketahanan pangan, tetapi juga media pembelajaran yang membumi dan relevan dengan kehidupan nyata siswa.

“Sekolah tidak harus punya lahan luas. Justru kami mendorong kreativitas. Lahan yang sebelumnya tidur dan tidak produktif, sekarang bisa dimanfaatkan sesuai kondisi wilayah masing-masing,” ujar Khofifah.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut