Syariah Summit 2025: Beber Manfaat Industri Asuransi Syariah di Tengah Perkembangan Teknologi
MALANG, iNewsSurabaya.id – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan finansial berbasis nilai keislaman, Manulife Syariah Indonesia menegaskan perannya dalam memperkuat industri asuransi syariah nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Syariah Summit 2025 yang digelar di Kota Malang, Jawa Timur.
Forum strategis ini bukan sekadar agenda tahunan perusahaan. Bagi 130 tenaga pemasar yang hadir, Syariah Summit 2025 menjadi ruang apresiasi sekaligus refleksi atas peran mereka sebagai garda terdepan dalam menghadirkan solusi perlindungan syariah bagi keluarga Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan pemangku kepentingan Manulife Syariah Indonesia, mulai dari Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) K.H. Ma’ruf Amin, Presiden Komisaris Ian Paul Pritchard, Dewan Komisaris sekaligus Wakil Presiden Direktur Manulife Indonesia Novita Rumngangun, Komisaris Independen Endy Moh. Astiwara dan Muhammad Syakir Sula, hingga anggota DPS Prof. Dr. Jaenal Effendi, S.Ag., M.A., bersama jajaran manajemen.
Presiden Direktur Manulife Syariah Indonesia, Fauzi Arfan, menegaskan bahwa Syariah Summit 2025 menjadi momentum penting untuk meneguhkan arah bisnis syariah yang berkelanjutan dan berdampak luas.
“Syariah Summit 2025 bukan sekadar ajang internal, tetapi momentum untuk mengapresiasi peran tenaga pemasar sebagai ujung tombak pertumbuhan bisnis syariah Manulife. Melalui semangat Berbagi, Bertumbuh, dan Berdampak, kami ingin memastikan setiap langkah bisnis tidak hanya mengejar kinerja, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi keluarga Indonesia dan masyarakat luas,” ujar Fauzi.
Mengusung tema “Berbagi, Bertumbuh, dan Berdampak”, forum ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka antara manajemen dan tenaga pemasar dalam menjawab tantangan sekaligus peluang industri asuransi syariah. Kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial yang aman, transparan, dan selaras dengan prinsip syariah menjadi fokus utama pembahasan.
Dalam sesi diskusi dan pemaparan strategi, Manulife Syariah Indonesia menekankan pentingnya pemasaran berbasis edukasi, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan kepercayaan nasabah. Tenaga pemasar kembali diposisikan bukan hanya sebagai penjual produk, melainkan sebagai mitra literasi keuangan yang mendampingi masyarakat dalam merencanakan masa depan.
Fauzi menambahkan, perusahaan akan terus menjaga konsistensi pertumbuhan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai syariah.
“Ke depan, kami berkomitmen memperluas literasi asuransi syariah melalui solusi perlindungan yang relevan, modern, dan tetap berlandaskan prinsip syariah,” tegasnya.
Tidak hanya berfokus pada bisnis, Manulife Syariah Indonesia juga menegaskan komitmen sosialnya melalui Program Wakaf Air. Sepanjang tahun 2026, setiap polis yang diterbitkan akan menyisihkan Rp5.000 untuk wakaf air guna menyediakan akses air bersih bagi masyarakat di berbagai daerah yang membutuhkan.
Inisiatif tersebut menjadi bukti bahwa prinsip syariah tidak hanya tercermin dalam produk dan layanan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial berkelanjutan yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Syariah Summit 2025, Manulife Syariah Indonesia optimistis dapat terus memperkuat kontribusinya dalam industri asuransi syariah nasional sekaligus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan finansial yang aman, beretika, dan bernilai kebermanfaatan jangka panjang.
Editor : Arif Ardliyanto