Di Tengah Era Digital, SMK Ketintang Surabaya Tanamkan Nilai Isra Mi’raj pada Generasi Z
Menurutnya, salat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan penyeimbang batin yang mampu menahan langkah anak muda dari godaan yang datang bertubi-tubi. “Melalui kegiatan Isra Mi’raj ini, semoga nilai-nilai yang disampaikan Allah SWT dapat benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dengan menjaga salat lima waktu,” tambahnya.
Bagi generasi yang tumbuh bersama layar dan notifikasi tanpa henti, pesan ini menjadi pengingat penting. Kemajuan teknologi boleh dikejar, tetapi jati diri dan iman tidak boleh tertinggal. Salat hadir sebagai jeda, penanda waktu untuk kembali sadar dan menata arah hidup.
Di balik seragam SMK Ketintang Surabaya, tersimpan harapan besar agar teladan Rasulullah SAW tidak berhenti sebagai cerita, melainkan menjadi sikap nyata. Disiplin, tanggung jawab, serta akhlak yang lurus diharapkan tumbuh, baik di lingkungan sekolah maupun di luar pagar pendidikan.
Peringatan Isra Mi’raj ini pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Lebih dari itu, momen ini menjadi ruang refleksi bagi Generasi Z agar nilai agama tetap melekat di tengah cepatnya perubahan zaman. Teknologi boleh terus melaju, tren silih berganti, namun iman diharapkan tetap menjadi kompas agar setiap langkah tetap berada di jalur yang benar.
Penulis:
Kia, Jurnalis SMK Ketintang Surabaya
Editor : Arif Ardliyanto