Arus Kiriman Malaysia–Indonesia Meningkat, Ekspedisi Ini Perluas Layanan Internasional
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Arus kiriman barang lintas negara tak lagi sebatas aktivitas bisnis besar. Bagi ribuan pekerja migran Indonesia di Malaysia, layanan pengiriman menjadi penghubung emosional dengan keluarga di Tanah Air. Melihat peluang itu, Lion Parcel memperkuat jaringan internasionalnya dengan membuka dan mengembangkan operasional di Malaysia.
Langkah tersebut bukan tanpa perhitungan. Trafik pengiriman barang dari Malaysia ke Indonesia dinilai terus menunjukkan tren positif, seiring meningkatnya jumlah tenaga kerja Indonesia di negara tetangga. Kebutuhan mengirim paket berisi barang pribadi, oleh-oleh, hingga dokumen penting menjadi rutinitas yang tak terpisahkan.
“Kami melihat potensi pengiriman dari Malaysia cukup besar. Karena itu jaringan di sana kami perkuat,” ujar Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto.
Tahun ini menandai 13 tahun perjalanan Lion Parcel dalam membangun konektivitas logistik nasional dan internasional. Momentum tersebut dirayakan dengan mengusung tema “13EYOND”, sebuah refleksi tekad perusahaan untuk melampaui capaian yang telah diraih sekaligus beradaptasi dengan perubahan industri logistik yang kian dinamis.
“Tema ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memperkuat layanan dengan fondasi yang sudah dibangun selama 13 tahun,” jelas Kenny.
Sejak berdiri pada 2013, Lion Parcel konsisten memperluas jangkauan. Kini, layanan mereka telah menjangkau 98 persen wilayah domestik Indonesia dan lebih dari 50 negara internasional, didukung jaringan operasional di Malaysia serta lebih dari 7.000 agen di seluruh Indonesia.
Di antara berbagai kota besar, Surabaya memegang peran strategis dalam perjalanan Lion Parcel. Tingginya aktivitas pengiriman menjadikan Kota Pahlawan sebagai salah satu kontributor utama kinerja perusahaan.
Sepanjang 2025, pengiriman dari Surabaya didominasi aksesoris dan kebutuhan pribadi, dokumen, pakaian, hingga spare part. Tujuan favorit masih berkutat di Jakarta dan luar pulau seperti Kalimantan serta kawasan Indonesia Timur—mencerminkan denyut aktivitas UMKM, konsumsi harian, hingga kebutuhan bisnis.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lion Parcel menawarkan ongkos kirim terjangkau mulai Rp6.000, menjadikannya pilihan ramah bagi pelaku usaha kecil hingga masyarakat umum.
Sebagai bentuk terima kasih kepada pelanggan, Lion Parcel menghadirkan promo 13.13 berupa diskon 13 persen untuk transaksi melalui aplikasi resmi. Program ini sekaligus mendorong pemanfaatan layanan digital yang sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan pengguna double digit.
“Promo ini adalah apresiasi atas kepercayaan pelanggan yang telah bersama kami selama 13 tahun,” kata Kenny.
Sepanjang 2025, Lion Parcel juga memperkuat fondasi layanan melalui ekspansi fasilitas hub yang kini dilengkapi mesin X-ray berteknologi AI di sejumlah kota strategis. Teknologi ini membantu proses identifikasi dan penyortiran barang, khususnya pengiriman jalur udara.
Tak hanya itu, optimalisasi armada, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan jaringan agen terus dilakukan, termasuk di Surabaya dan Jawa Timur. Di wilayah ini, jumlah agen Lion Parcel tercatat tumbuh hingga 20 persen sepanjang 2025—sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Penguatan infrastruktur dan jaringan adalah komitmen kami untuk memastikan layanan tetap andal, termasuk di Surabaya,” tegas Kenny.
Menjelang Ramadan 2026, Lion Parcel bersiap menghadapi lonjakan pengiriman yang kerap menjadi tantangan industri logistik. Penguatan dilakukan melalui penambahan kapasitas gudang, armada, serta tenaga kerja sementara di kota-kota dengan volume pengiriman tinggi seperti Surabaya.
Dari sisi layanan pelanggan, perusahaan juga meningkatkan kesiapan tim customer service agar respons lebih cepat dan informatif. Sistem teknologi pendukung pun dioptimalkan demi transparansi dan akurasi informasi pengiriman.
“Melalui penguatan operasional dan customer experience, kami ingin memastikan pelanggan tetap nyaman meski permintaan meningkat,” tutup Kenny.
Editor : Arif Ardliyanto