Dorong Ekonomi Inklusif, UMKM Surabaya Serentak Gunakan QRIS di Festival Ramadan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Tren pembayaran digital di Indonesia menunjukkan lonjakan luar biasa. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tumbuh 139,99 persen (yoy) pada kuartal IV 2025.
Menyambut capaian tersebut, BI mematok target ambisius sebanyak 17 miliar transaksi sepanjang tahun 2026, yang didukung ekspansi ke delapan negara serta jangkauan 60 juta pengguna.
Sejalan dengan visi nasional tersebut, sebuah festival bertajuk Ramadan Vaganza 2026 digelar di Taman Surya, Balai Kota Surabaya. Acara ini menjadi panggung nyata percepatan digitalisasi ekonomi daerah, di mana seluruh transaksi di area bazar wajib menggunakan sistem non-tunai (QRIS).
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa kebijakan transaksi digital ini bertujuan menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih tertib, transparan, dan efisien, baik bagi pelaku usaha maupun pengunjung.
“Momentum Ramadan dengan mobilitas transaksi yang tinggi adalah waktu yang tepat untuk memperluas penggunaan QRIS. Kami ingin UMKM semakin adaptif terhadap teknologi agar pencatatan keuangan mereka lebih rapi dan akuntabel,” ujar Winardi, Minggu (1/3/2026).
Melalui skema Racing Merchant, kegiatan ini diproyeksikan menarik sekitar seribu pengunjung per hari. Selain memperkuat perputaran ekonomi, acara ini diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi di ruang publik menjadi sepenuhnya digital.
Senada dengan hal tersebut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa transformasi digital adalah kunci daya saing bagi pelaku usaha lokal.
“Kita ingin UMKM Surabaya tidak hanya naik kelas dari sisi kualitas produk, tetapi juga dari sisi manajemen sistem pembayaran. Digitalisasi adalah kunci utama,” tegas Syamsul.
Editor : Arif Ardliyanto