get app
inews
Aa Text
Read Next : Pelajar Perempuan Jawa Timur Dominasi Program Penguatan STEM dan Keterampilan Digital

Alumni ITS Ajak Anak Yatim Terus Sekolah Demi Masa Depan, Begini Pesan Pentingnya

Kamis, 12 Maret 2026 | 04:26 WIB
header img
Program santunan Ramadan PW IKA ITS Jawa Timur menjangkau 1.200 anak yatim dan dhuafa di beberapa daerah dengan harapan memberi semangat pendidikan bagi mereka. Foto ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Senyum bahagia terlihat dari wajah puluhan anak yatim dan dhuafa yang berkumpul di Plaza dr. Angka, Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, mereka tidak hanya menerima santunan, tetapi juga motivasi agar tetap semangat menempuh pendidikan demi masa depan yang lebih baik.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Santunan Anak Yatim dan Dhuafa ke-13 yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PW IKA ITS) Jawa Timur. Tahun ini, sebanyak 1.200 paket santunan disalurkan kepada anak-anak yatim dan dhuafa yang tersebar di empat wilayah di Jawa Timur.

Di Surabaya sendiri, sebanyak 50 anak menerima santunan dalam kegiatan yang digelar di lingkungan kampus ITS tersebut. Selain Surabaya, penyaluran bantuan juga dilakukan di beberapa daerah lain, yakni Pendopo Kabupaten Bangkalan dengan 250 penerima, Pondok Pesantren Millinium Roudhlotul Jannah Sidoarjo sebanyak 250 penerima, Desa Yosowilangun, Manyar, Gresik sebanyak 275 penerima, serta Sekolah Rakyat Kejawan Surabaya dengan 60 penerima manfaat.

Rangkaian kegiatan sosial ini rencananya akan ditutup pada 14 Maret 2026 di Kelurahan Keputih Surabaya.

Ketua Panitia kegiatan, Fahmi Fahresi, mengatakan bahwa santunan tersebut telah menjadi agenda rutin setiap Ramadan dan kini memasuki pelaksanaan tahun ke-13. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan.

“Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian alumni ITS kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa. Kami juga sangat berterima kasih kepada Yayasan Manarul Ilmi ITS (YMI ITS) yang selama empat tahun terakhir terus berkolaborasi dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk program santunan ini,” ujar Fahmi.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting dari ITS dan alumni, di antaranya Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati, Wakil Rektor III ITS Imam Baihaqi, Ketua PW IKA ITS Jawa Timur Dr. Eri Cahyadi, Ketua Harian PW IKA ITS Jawa Timur Dr. Yoke C. Katon, serta Prof. Joni Hermana yang mewakili Yayasan Manarul Ilmi ITS.

Hadir pula sejumlah tokoh alumni ITS serta perwakilan dari beberapa mitra yang turut mendukung kegiatan sosial tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua PW IKA ITS Jawa Timur Dr. Eri Cahyadi menegaskan bahwa alumni perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

“Berbagi adalah ajaran Rasulullah. Lulusan ITS tidak hanya dituntut sukses dalam karier profesional, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial dan berbuat baik untuk sesama,” ujar Eri Cahyadi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.

Sementara itu, Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati mengapresiasi kegiatan yang dinilai mampu memperkuat hubungan antara kampus, alumni, dan masyarakat. Ia juga memberikan pesan khusus kepada anak-anak penerima santunan agar tetap bersemangat dalam belajar.

“Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh. Pendidikan adalah jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya kepada para anak yatim dan dhuafa yang hadir.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut juga diisi dengan tausiyah oleh KH Ma’ruf Khozin. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri serta menjaga ucapan dan perilaku.

Suasana hangat semakin terasa ketika adzan maghrib berkumandang. Para peserta kemudian melanjutkan acara dengan buka puasa bersama, mempererat kebersamaan antara alumni, civitas akademika ITS, serta masyarakat yang hadir.

Di balik santunan yang diberikan, tersimpan harapan besar agar anak-anak yatim dan dhuafa tersebut tetap memiliki mimpi, semangat belajar, serta keyakinan bahwa masa depan mereka dapat berubah melalui pendidikan.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut