Khofifah Dorong Penguatan Kerja Sama Jatim–Uzbekistan di Sektor Budaya dan Wisata Religi
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa terus mendorong penguatan hubungan bilateral antara Jatim dan Uzbekistan, khususnya dalam pengembangan kerja sama di bidang budaya dan wisata religi yang memiliki keterkaitan historis dan spiritual.
Upaya tersebut ditandai dengan penerimaan kunjungan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Boboev, serta Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov di Gedung Negara Grahadi.
Khofifah menegaskan, Jatim dan Samarkand memiliki kedekatan kuat secara historis dan spiritual, terutama melalui keterkaitan dengan ulama besar dunia Islam.
Ia menyebut, delegasi Uzbekistan tidak hanya terdiri dari unsur pemerintahan, tetapi juga diikuti imam dari Masjid Imam Bukhari serta kalangan akademisi. Untuk itu, Pemprov Jatim turut menghadirkan alim ulama dari berbagai pondok pesantren guna memperkuat dialog keagamaan dan keilmuan.
“Delegasi yang hadir cukup lengkap, sehingga kami juga mengundang para alim ulama dari berbagai pesantren di Jatim,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Menurut Khofifah, keterkaitan tersebut juga membuka peluang baru bagi pengembangan wisata religi, khususnya ziarah ke makam Imam Bukhari di Uzbekistan.
Ia menjelaskan, hubungan historis Jatim dan Samarkand dapat ditelusuri dari tokoh-tokoh penyebar Islam di Nusantara, seperti Sunan Giri yang merupakan putra Maulana Ishaq dari wilayah Samarkand. Selain itu, Maulana Malik Ibrahim juga memiliki keterkaitan dengan kawasan tersebut.
“Jatim dan Samarkand memiliki keterikatan yang kuat. Karena itu, kami juga mengundang pelaku industri pariwisata untuk menjajaki peluang kerja sama dengan Provinsi Samarkand,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim melibatkan agen perjalanan untuk membuka peluang kerja sama sektor pariwisata religi dan budaya.
Khofifah juga menyoroti pentingnya konektivitas transportasi, termasuk rencana pembukaan penerbangan langsung (direct flight) dari Indonesia ke Samarkand atau Tashkent yang tengah dibahas pemerintah pusat bersama Kedutaan Besar Uzbekistan.
Menurutnya, konektivitas tersebut akan memperkuat hubungan antar masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisata religi.
“Dengan adanya penerbangan langsung, peluang wisata religi akan semakin terbuka, terlebih Jatim memiliki banyak komunitas tarekat yang memiliki keterkaitan historis dengan Samarkand,” ujarnya.
Khofifah juga menekankan pentingnya tindak lanjut konkret agar kerja sama yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.
Editor : Arif Ardliyanto