SPMB Jatim 2026 Dimulai, Jalur Domisili Dibuka Lebih Awal pada 11 Juni
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, resmi meluncurkan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jatim 2026. Peluncuran ini menjadi langkah untuk memastikan proses penerimaan murid baru berjalan transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Khofifah menegaskan, SPMB 2026 dirancang lebih sistematis, inklusif, dan mudah dipahami masyarakat, sekaligus menjadi momentum sosialisasi bagi seluruh pemangku kepentingan. “Tahapan SPMB 2026 disusun agar lebih sistematis dan mudah dipahami, sehingga seluruh proses dapat berlangsung transparan dan adil,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan SPMB 2026 dibagi dalam empat tahap. Tahap pertama dimulai melalui jalur domisili untuk SMA dan SMK pada 11–15 Juni 2026.
Untuk jenjang SMA, kuota jalur domisili sebesar 20 persen, sedangkan SMK sebesar 10 persen. Khusus tahun ini, jalur domisili dibuka lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di tahap ketiga. Tahap kedua meliputi jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi hasil lomba yang berlangsung pada 17–23 Juni 2026.
Pada jenjang SMA, kuota afirmasi sebesar 30 persen, terdiri dari ADEM 13 persen, keluarga tidak mampu 7 persen, anak buruh keluarga tidak mampu 5 persen, serta penyandang disabilitas 5 persen. Sementara untuk SMK, kuota afirmasi sebesar 15 persen.
Adapun jalur mutasi disediakan sebesar 5 persen dari daya tampung sekolah, yang terdiri dari mutasi tugas orang tua/wali 3 persen dan anak guru/tenaga kependidikan 2 persen.
Sementara jalur prestasi hasil lomba juga dialokasikan sebesar 5 persen, yang mencakup prestasi akademik dan non-akademik, termasuk ketua OSIS/MPK, kepanduan, serta penghafal kitab suci.
Selain itu, Pemprov Jatim memberikan kuota khusus atau golden ticket bagi ketua OSIS dan penghafal kitab suci, masing-masing satu calon murid di setiap SMA/SMK.
Tahap ketiga adalah jalur nilai prestasi akademik SMA dengan kuota 25 persen yang dibuka pada 24–29 Juni 2026. Sedangkan tahap keempat untuk SMK melalui jalur nilai prestasi akademik dengan kuota 65 persen, berlangsung pada 30 Juni hingga 4 Juli 2026.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, Pemprov Jatim akan menggelar sosialisasi di lima wilayah Bakorwil mulai 9 hingga 24 April 2026, meliputi Surabaya, Tuban, Ponorogo, Jember, dan Pamekasan.
Sosialisasi juga diperkuat melalui seluruh satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di Jatim, serta didukung dashboard berbasis teknologi dari UPT TIKP untuk memantau pelaksanaan secara realtime.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Aries Agung Paewai menambahkan, pihaknya juga membentuk Posko SPMB 2026 guna memberikan layanan informasi, konsultasi, serta penanganan kendala selama proses pendaftaran. Posko layanan informasi dan konsultasi ini, kata Aries untuk membantu wali murid maupun calon murid baru apabila ada kendala.
"Posko SPMB 2026 kami buka di seluruh sekolah negeri di jam sekolah termasuk kantor-kantor cabang dinas diseluruh wilayah dan juga di posko utama dinas pendidikan di kantor TIKP Dinas Pendidikan Provinsi Jatim," ungkapnya.
Melalui posko yang dibuka ini, masyarakat bisa berkonsultasi terkait dimana saja yang tepat agar calon murid tidak salah memilih sekolah sesuai kemampuan dari hasil nilai akademik dan juga tahapan yang sesuai dengan jalur yang diinginkan.
“Posko tersedia secara luring di kantor Dinas Pendidikan, cabang dinas, dan satuan pendidikan, serta daring melalui laman resmi spmb.jatimprov.go.id,” kata Aries.
Aries menegaskan bahwa SPMB tahun ini juga diperkuat dengan layanan berbasis AI untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi secara cepat, mudah, dan responsif sesuai dengan juknis.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemprov Jatim menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memastikan setiap calon murid mendapatkan kesempatan yang adil dalam mengakses pendidikan di Jatim.
Editor : Arif Ardliyanto