Tangis Haru Warnai Wisuda Tahfiz SD Mumtaz, Siswa Pakaikan Mahkota untuk Orang Tua
SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Suasana haru menyelimuti Aula Mas Mansur PCM Sepanjang, Sabtu (23/5/2026), saat para siswa penghafal Al-Qur’an secara simbolis memakaikan mahkota kepada kedua orang tua mereka.
Prosesi sakral tersebut menjadi momen paling membekas dalam rangkaian Wisuda dan Ujian Terbuka Tahfidzul Qur’an yang digelar SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz).
Tangis haru pecah ketika para siswa bersimpuh di hadapan ayah dan bunda mereka, memohon doa sekaligus menyampaikan rasa terima kasih atas perjuangan dan pendampingan selama menempuh perjalanan menghafal Al-Qur’an.
Prosesi pemakaian mahkota dan jubah kepada orang tua menjadi simbol penghormatan sekaligus kemuliaan bagi keluarga para penghafal Al-Qur’an.
Kepala Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan SD Mumtaz, Rahmawati, mengatakan prosesi tersebut terinspirasi dari janji Rasulullah SAW tentang kemuliaan bagi orang tua penghafal Al-Qur’an.
“Secara simbolis kami memberikan mahkota dan jubah sebagai pengingat bahwa anak-anak penghafal Al-Qur’an kelak akan memakaikan mahkota kemuliaan kepada orang tuanya di surga,” ujarnya.
Menurut Rahmawati, keberhasilan anak dalam menghafal Al-Qur’an tidak lepas dari peran besar orang tua yang setiap hari mendampingi proses murojaah di rumah.
“Momen anak-anak bersimpuh itu menjadi simbol rasa hormat, ucapan terima kasih, sekaligus permohonan maaf kepada orang tua. Pendidikan tahfiz tidak akan berhasil tanpa dukungan keluarga,” tambahnya.
Sebanyak 148 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti wisuda tahfiz tahun ini. Mereka memiliki capaian hafalan yang beragam, mulai dari Juz 30 dan Juz 29 hingga beberapa siswa yang telah menyelesaikan hafalan Juz 1 sampai Juz 8.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan Al-Hafiz dan Qori Internasional asal Mesir, Syekh Dr. Magdy Ali Abdel Maguid, serta Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Dr. Mufi Imron Rosyadi, M.EI.
Tak sekadar seremoni, acara ini juga menjadi ajang ujian terbuka hafalan Al-Qur’an di hadapan publik. Para tamu undangan dan wali murid dapat menyaksikan langsung kemampuan hafalan para siswa sebagai bentuk transparansi sekaligus kualitas pembinaan tahfiz di SD Mumtaz.
Di antara para wisudawan, sosok Husni Zahid Alfathoni dari kelas 1H menjadi perhatian tersendiri. Di usia yang masih sangat muda, dia berhasil mengikuti wisuda tahfidz dan mempersembahkan mahkota kehormatan untuk ibundanya, Safitri Yunitsari.
“Perasaannya bangga, terharu, dan senang sekali. Di usia yang masih kecil, Husni sudah bisa ikut wisuda tahfidz. Itu di luar ekspektasi kami sebagai orang tua,” ungkap Safitri.
Editor: Arif Ardliyanto