Ledakan Investor Muda Terlihat di Surabaya, Investasi Ini Jadi Pilihan Favorit Gen Z dan Milenial
Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia, Lolita Lilana, menegaskan bahwa pendekatan edukasi kini lebih difokuskan pada anak muda, termasuk mahasiswa dan jurnalis.
“Investasi tidak lagi harus dianggap rumit atau eksklusif. Melalui kampanye ini, kami ingin generasi muda memahami bahwa investasi bisa dimulai secara sederhana dan relevan dengan gaya hidup mereka,” ujarnya.
Dalam roadshow tersebut, APRDI menggelar berbagai kegiatan edukatif di kampus, mulai dari kelas investasi hingga kompetisi kreatif seperti lomba penulisan artikel dan konten Instagram Reels.
Pendekatan ini dinilai efektif karena menyesuaikan dengan kebiasaan digital generasi muda yang akrab dengan media sosial.
Kegiatan edukasi di Surabaya sendiri berlangsung di kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur serta sejumlah kampus ternama, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Kristen Petra, dan Universitas Internasional Semen Indonesia.
Kepala OJK Jawa Timur, Yunita Linda Sari, mengingatkan bahwa peningkatan jumlah investor muda harus dibarengi pemahaman risiko yang memadai.
Sepanjang 2025, transaksi Reksa Dana di Jawa Timur tercatat mencapai Rp4,96 triliun, tumbuh 54,60 persen secara tahunan. Sementara jumlah investor ritel meningkat menjadi sekitar 141.861 SID atau naik 13,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Literasi menjadi kunci agar generasi muda tidak sekadar ikut tren, tetapi benar-benar memahami tujuan dan risiko investasinya,” jelasnya.
Sebagai langkah lanjutan, industri investasi bersama OJK akan meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) pada 27 April 2026 di Bursa Efek Indonesia.
Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional, M. Maulana, menjelaskan program ini dirancang untuk membangun kebiasaan investasi yang disiplin sejak dini.
“Melalui sistem investasi berkala, masyarakat bisa mulai berinvestasi secara konsisten tanpa harus menunggu dana besar,” ujarnya.
Kepercayaan masyarakat terhadap Reksa Dana juga tercermin dari pertumbuhan dana kelolaan yang mencapai Rp679,24 triliun pada akhir 2025, meningkat lebih dari 35 persen secara tahunan.
Ke depan, edukasi yang masif diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya gemar menabung, tetapi juga cerdas mengembangkan aset.
Reksa Dana pun tak lagi sekadar produk keuangan, melainkan mulai menjadi bagian dari gaya hidup finansial generasi muda—menuju masa depan yang lebih stabil dan terencana.
Editor: Arif Ardliyanto