Dari Ruang Praktik ke Panggung Nasional: Kisah Siswa Vokasi Jatim Tembus Standar Kompetensi Kerja
Khofifah menegaskan, di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan big data, dunia kerja menuntut tenaga yang tidak hanya terampil, tetapi juga adaptif.
“Dunia kerja sangat dinamis. Dibutuhkan keahlian spesifik dan kemampuan menguasai teknologi baru,” tegasnya.
“Bengkel SDM” yang Menjawab Kebutuhan Industri
UPT PTKK kini tidak lagi sekadar tempat pelatihan. Ia berkembang menjadi “bengkel SDM” yang menyiapkan tenaga kerja siap pakai.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut bahwa penguatan lembaga ini diarahkan menjadi pusat keunggulan atau center of excellence.
Di dalamnya, berbagai program pelatihan tersedia, mulai dari teknik mesin, pengelasan, otomotif, hingga bidang kreatif seperti desain grafis, animasi, fotografi, dan videografi.
“Standar industri harus hadir dalam proses pembelajaran. Sertifikasi harus relevan dan mampu menjembatani siswa masuk ke dunia kerja,” jelas Aries.
Tak semua siswa memiliki akses ke fasilitas praktik memadai. Untuk itu, Pemprov Jatim menghadirkan inovasi Mobile Training Unit (MTU) melalui program MILEA.
Lewat program ini, pelatihan vokasi bisa “datang langsung” ke daerah-daerah, termasuk wilayah dengan keterbatasan sarana.
“Tidak boleh ada kesenjangan akses. Semua siswa berhak mendapatkan kesempatan yang sama,” tegas Khofifah.
Keberhasilan ini bukan capaian instan. Dalam tiga tahun terakhir, Jawa Timur konsisten meraih juara umum di ajang Lomba Kompetensi Siswa Nasional.
Rangkaian prestasi tersebut memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat pengembangan pendidikan vokasi terbaik di Indonesia.
Ke depan, Pemprov Jawa Timur akan terus memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia industri. Tujuannya jelas: mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu berwirausaha dan bersaing di tingkat global.
“Ini bagian dari misi Jatim Cerdas. Kita ingin melahirkan talenta unggul yang siap menghadapi masa depan,” pungkas Khofifah.
Editor: Arif Ardliyanto