Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Legenda Persebaya Ini Pantau Pemain Muda Suryanaga Connection, Cari Anak untuk Ikut Soeratin U-17
Advertisement . Scroll to see content

Desakan Kongres PSSI Jatim Menguat, Askab Sidoarjo Khawatir Pembinaan Sepak Bola Lumpuh

Kamis, 07 Mei 2026 | 05:16 WIB
  • author Saiful Arif
Desakan Kongres PSSI Jatim Menguat, Askab Sidoarjo Khawatir Pembinaan Sepak Bola Lumpuh
Ketidakpastian kepengurusan PSSI Jawa Timur memicu keresahan daerah. Askab Sidoarjo mendesak kongres pemilihan segera digelar. Foto iNewsSurabaya.id/alup

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Polemik kepengurusan PSSI Jawa Timur terus memicu kegelisahan di kalangan insan sepak bola daerah. Desakan kepada PSSI Pusat agar segera menggelar Kongres Pemilihan kini semakin meluas, menyusul kekhawatiran terganggunya pembinaan hingga kompetisi sepak bola di tingkat daerah.

Ketua Askab Sidoarjo yang juga Manajer Persida Sidoarjo, Pudji Daryo, angkat bicara terkait situasi yang dinilainya semakin tidak kondusif. Ia menegaskan, ketidakjelasan kepengurusan PSSI Jawa Timur membuat roda organisasi berjalan tidak maksimal dan berdampak langsung terhadap pembinaan pemain muda.

Menurut Pudji, daerah membutuhkan kepastian agar program pembinaan dapat berjalan normal tanpa dibayangi konflik organisasi yang berkepanjangan.

“Di daerah kami butuh kepastian. Kalau kepengurusan definitif belum terbentuk, banyak program berjalan setengah hati. Pembinaan pemain muda menjadi tidak maksimal dan kompetisi ikut terdampak,” ujar Pudji. 

Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele. Sebagai salah satu daerah dengan aktivitas pembinaan sepak bola yang cukup aktif di Jawa Timur, Sidoarjo sangat bergantung pada arah kebijakan organisasi di tingkat provinsi.

Pudji khawatir, apabila polemik terus dibiarkan tanpa solusi jelas, maka dampaknya akan panjang terhadap regenerasi pemain muda di Jawa Timur.

“Kalau situasi ini terus berlarut-larut, yang dirugikan bukan hanya organisasi. Masa depan pemain-pemain muda juga ikut terancam,” katanya.

Tak hanya pembinaan, Pudji juga menyoroti potensi terganggunya agenda olahraga penting seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Menurutnya, Porprov merupakan bagian vital dari sistem pembinaan atlet sepak bola yang tidak boleh terganggu akibat konflik internal organisasi.

“Porprov itu bukan sekadar turnamen. Ini bagian dari proses pembinaan berjenjang. Kalau sampai terganggu karena konflik organisasi, tentu menjadi kemunduran bagi sepak bola Jawa Timur,” tegasnya.

Karena itu, ia menilai percepatan Kongres Pemilihan menjadi solusi paling realistis untuk mengakhiri polemik yang terjadi saat ini. Dengan adanya kepengurusan definitif, roda organisasi diharapkan kembali berjalan normal dan fokus terhadap pembinaan prestasi.

“Tidak ada jalan lain. Kongres harus segera digelar demi menyelamatkan sepak bola Jawa Timur,” tandasnya.

Desakan dari berbagai Askab dan Askot di Jawa Timur kini terus bermunculan. Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap PSSI Pusat semakin besar agar segera mengambil langkah konkret menyelesaikan kisruh kepengurusan di tingkat provinsi.

Jika tidak segera ada kepastian, gelombang protes dari insan sepak bola daerah diperkirakan akan semakin meluas dalam waktu dekat.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut