SMAN 22 Surabaya Asah Skill Jurnalistik Siswa di Era Digital
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Semangat belajar jurnalistik terus tumbuh di kalangan pelajar SMA Negeri 22 Surabaya. Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Sebumi Mata Hari, siswa kelas 10 yang dinilai memiliki antusiasme tinggi dalam mengembangkan kemampuan di bidang jurnalistik sekolah.
Program jurnalistik di SMA Negeri 22 Surabaya tidak hanya berfokus pada penulisan berita, tetapi juga mengajarkan berbagai keterampilan kreatif yang relevan dengan perkembangan media digital saat ini.
Para siswa dibekali kemampuan mengembangkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi jurnalistik, baik terkait kegiatan sekolah maupun isu di luar sekolah.
Salah satu contoh yang pernah dilakukan adalah peliputan aksi “Indonesia Gelap” oleh kakak kelas pada tahun sebelumnya. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman nyata bagi siswa untuk memahami proses kerja jurnalistik secara langsung.
Selain itu, siswa juga mempelajari teknik penulisan berita, opini, hingga artikel dengan kaidah yang baik dan benar. Tidak hanya dari sisi tulisan, mereka juga diajarkan strategi desain konten agar lebih menarik bagi generasi muda.
“Seperti yang disampaikan orang tua saya, saya nantinya akan jadi lebih baik dari orang tua saya. Saya selalu ingin belajar jadi yang terbaik,” ujar Sebumi, yang diketahui berasal dari keluarga sederhana dengan orang tua berprofesi sebagai musisi jalanan, Selasa (19/5/2026).
Fokus visual menjadi salah satu pendekatan utama dalam pembelajaran jurnalistik di sekolah tersebut. Para siswa memahami bahwa anak muda cenderung tertarik terlebih dahulu pada tampilan visual sebelum membaca isi konten secara keseluruhan.
Kepala SMA Negeri 22 Surabaya, Agus Setiawan, menegaskan bahwa keterampilan menulis menjadi kemampuan penting yang akan terus digunakan siswa hingga jenjang perguruan tinggi.
Menurutnya, kemampuan menulis yang baik dapat membantu siswa di berbagai bidang pendidikan. Ia bahkan membagikan pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan S1 hingga S3 yang terbantu karena memiliki kemampuan menulis yang baik.
“Menulis adalah keterampilan dasar yang akan terus dipakai di jurusan apa pun,” ujarnya.
Agus juga menjelaskan bahwa majalah sekolah dihadirkan sebagai wadah kreativitas siswa. Melalui media tersebut, karya siswa dapat diapresiasi dan menjadi motivasi untuk terus berkarya.
Di tengah era digital yang membuat media cetak mulai ditinggalkan, SMA Negeri 22 Surabaya justru memanfaatkan majalah sekolah sebagai sarana branding sekolah sekaligus media informasi dan apresiasi bagi warga sekolah yang berprestasi.
Menurutnya, majalah fisik memiliki kelebihan karena bisa dibaca bersama keluarga di rumah. Orang tua pun dapat mengetahui perkembangan dan aktivitas sekolah melalui karya para siswa.
Program tersebut juga berhasil memicu semangat siswa untuk menghasilkan karya lebih besar. Beberapa siswa bahkan mulai menerbitkan buku sendiri dengan pendampingan guru yang memiliki kemampuan menulis.
Meski demikian, pihak sekolah menegaskan bahwa program jurnalistik tidak semata-mata bertujuan mencetak jurnalis profesional. Fokus utamanya adalah mengasah kemampuan dasar siswa dalam menyusun kalimat dan paragraf secara runtut, baik dalam bentuk straight news, feature, artikel, opini, maupun tajuk rencana.
Editor : Arif Ardliyanto