Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ganti Kepala Sekolah, SMAN 2 Taruna Jatim Bidik Lulusan Bermental Pemimpin
Advertisement . Scroll to see content

24 Ribu Inovasi Pendidikan Dipamerkan, Jawa Timur Kokoh Jadi Juara Inovasi Nasional

Selasa, 19 Mei 2026 | 09:15 WIB
  • author Saipul Yudi
24 Ribu Inovasi Pendidikan Dipamerkan, Jawa Timur Kokoh Jadi Juara Inovasi Nasional
Dinas Pendidikan Jawa Timur memaparkan ribuan inovasi pendidikan dalam penilaian IGA Kemendagri 2026. Jawa Timur kembali jadi yang terbaik nasional. Foto iNewsSurabaya.id/saipul

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan dominasinya sebagai daerah paling inovatif di Indonesia. Dalam penilaian Innovation Government Award (IGA) 2026 dari Kementerian Dalam Negeri, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur memaparkan berbagai capaian inovasi pendidikan yang dinilai berdampak langsung terhadap kualitas layanan publik dan tata kelola pemerintahan daerah.

Paparan tersebut disampaikan di hadapan tim penilai Kemendagri yang terdiri dari Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Yusharto Huntoyungo dan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, Dyah Natalisa.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menjelaskan, sejumlah program unggulan menjadi perhatian dalam penilaian tersebut. Di antaranya Program Terapan Ekonomi Guru Non-ASN (Proteg) hingga East Java Innovative Education Summit (EJIES) yang selama ini menjadi wadah lahirnya ribuan inovasi pendidikan.

Menurut Aries, Jawa Timur selama beberapa tahun terakhir konsisten menjadi penyumbang inovasi terbanyak dalam ajang IGA Award. Bahkan, capaian tersebut mengantarkan Jawa Timur meraih posisi tertinggi secara nasional.

“Tim Kemendagri melakukan penilaian langsung ke berbagai daerah. Jawa Timur selama ini menjadi provinsi dengan kontribusi inovasi terbesar dan berhasil menjadi juara nasional,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sektor pendidikan memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan indeks inovasi daerah. Dari total 398 inovasi yang diajukan, sebanyak 196 inovasi telah masuk kategori matang dan dinilai memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.

Tak hanya fokus pada pembelajaran, inovasi yang dikembangkan Dindik Jatim juga diarahkan untuk menjawab persoalan sosial di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.

“Inovasi harus menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan,” kata Aries.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut