Tak Sekadar Teori, Siswa SMK Jatim Ditempa Praktik CNC dan Pengelasan Modern
Tak hanya fasilitas, Aries juga menekankan pentingnya kualitas instruktur dalam proses pelatihan. Menurutnya, pendekatan belajar yang dibawakan instruktur industri akan memberikan sudut pandang baru bagi siswa.
Sementara itu, instruktur Teknik Mesin Industri ITS sekaligus pelatih CNC UPT PTKK, Sajidin, menjelaskan bahwa pelatihan CNC berlangsung selama enam hari dengan materi mulai dari desain menggunakan software, simulasi perautan, pengaturan mesin, hingga praktik langsung mesin milling dan bubut.
Ia menyebut pelatihan tersebut menjadi pondasi awal bagi siswa sebelum masuk lebih jauh ke kebutuhan industri manufaktur modern yang terus berkembang.
“Peserta belajar mulai tahap desain, simulasi, sampai proses eksekusi menggunakan mesin CNC secara langsung,” jelasnya.
Salah satu peserta pelatihan, Rendy Septia Ramadhani, mengaku materi yang diberikan sangat membantu memperdalam ilmu yang selama ini dipelajari di sekolah.
Siswa kelas XI Teknik Pemesinan SMKN 1 Kota Madiun itu mengatakan, di sekolah dirinya hanya mendapatkan dasar-dasar teori. Sementara di UPT PTKK, seluruh proses dijelaskan lebih detail hingga praktik langsung.
“Kalau di sekolah lebih ke dasar-dasar, sedangkan di sini dijelaskan lebih rinci sampai praktik dan eksekusinya,” katanya.
Rendy juga mengungkapkan, selama pelatihan peserta diberikan studi kasus dan proyek mandiri untuk diselesaikan secara langsung. Hal itu membuat siswa lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Ia menjadi satu dari tiga siswa yang mewakili sekolahnya mengikuti pelatihan CNC melalui klub CNC sekolah. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bekal sebelum menjalani program magang selama enam bulan di PT INKA pada bidang quality control.
Program pelatihan vokasi seperti ini diharapkan mampu melahirkan lulusan SMK yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri modern di era teknologi manufaktur yang terus berkembang.
Editor : Arif Ardliyanto