Premi Asuransi Jiwa Melambat, Industri Tetap Ekspansif Perkuat Layanan di Daerah
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan industri asuransi komersial hingga Maret 2026 masih bergerak terbatas. Total pendapatan premi industri asuransi komersial tercatat mencapai Rp88,36 triliun atau hanya tumbuh 0,74 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Berdasarkan data OJK, premi asuransi jiwa mengalami penurunan 0,14 persen yoy menjadi Rp47,12 triliun. Kondisi tersebut mengindikasikan masih lemahnya permintaan produk proteksi jangka panjang di tengah tekanan daya beli masyarakat serta perubahan preferensi nasabah pascapandemi.
Sebaliknya, sektor asuransi umum dan reasuransi menunjukkan tren lebih positif dengan pertumbuhan premi sebesar 1,77 persen yoy menjadi Rp41,24 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan proteksi di sektor riil.
Di tengah perlambatan industri asuransi jiwa, sejumlah perusahaan tetap melakukan ekspansi layanan untuk memperkuat kedekatan dengan nasabah. Salah satunya dilakukan PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia dengan meresmikan kantor baru Generali Center Surabaya di Pakuwon Tower Lantai 27, Jalan Embong Malang Nomor 21-31 Surabaya.
Sebelumnya, kantor layanan tersebut berada di Gedung Intiland Surabaya. Relokasi dilakukan sebagai bagian dari penguatan kualitas layanan dan peningkatan kenyamanan nasabah.
Peresmian kantor baru dilakukan President Director and CEO Generali Indonesia Rebecca Tan bersama Director and Chief Agency Officer Jutany Japit pada Jumat (29/5/2026).
Rebecca mengatakan perpindahan kantor tersebut menjadi langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah.
“Relokasi ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan kemudahan akses layanan dengan standar pelayanan yang semakin baik dan nyaman bagi nasabah,” ujar Rebecca.
Generali Center Surabaya beroperasi setiap Senin hingga Jumat pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dan mengusung konsep modern dengan area tunggu nyaman serta ruang layanan privat untuk mendukung interaksi lebih personal.
Di Jawa Timur, Generali Indonesia saat ini didukung delapan kantor pemasaran dan lebih dari 400 tenaga pemasar untuk memperluas distribusi proteksi kepada masyarakat.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, perusahaan tersebut juga telah membayarkan klaim lebih dari Rp28,4 miliar untuk lebih dari 2.000 kasus di Jawa Timur.
Selain layanan tatap muka, perusahaan juga menyediakan akses layanan melalui call center, email, virtual assistant berbasis artificial intelligence (AI) bernama JANE, hingga aplikasi Gen iClick yang memungkinkan nasabah mengakses informasi polis, mengajukan klaim online, hingga memanfaatkan layanan telemedicine.
Sementara itu, dari sisi fundamental, OJK menilai kondisi industri asuransi nasional masih cukup solid. Total aset industri asuransi per Maret 2026 tercatat sebesar Rp1.195,75 triliun atau tumbuh 4,38 persen yoy. Khusus asuransi komersial, total aset mencapai Rp977,53 triliun atau meningkat 5,64 persen yoy.
Tingkat permodalan industri juga masih berada jauh di atas ambang batas minimum. Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa tercatat sebesar 474,26 persen, sedangkan asuransi umum dan reasuransi sebesar 316,72 persen.
Editor : Arif Ardliyanto