Imigrasi Buat Terobosan Baru, Jemaah Haji Jawa Timur Bisa Langsung Pulang Tanpa Antre Panjang
Untuk wilayah Jawa Timur, layanan corridor gate yang sebelumnya berada di Terminal 2 Bandara Juanda kini dipusatkan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Sistem tersebut telah terintegrasi dengan jaringan keimigrasian nasional yang didukung koneksi utama, jaringan cadangan berbasis satelit, serta alternatif konektivitas lainnya guna menjamin kelancaran operasional.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, mengatakan bahwa penerapan teknologi ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik yang terus dilakukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.
"Penerapan corridor gate pada layanan debarkasi haji merupakan upaya kami menghadirkan pemeriksaan keimigrasian yang lebih cepat, mudah, dan nyaman dengan tetap mengedepankan aspek keamanan. Teknologi biometrik yang digunakan memungkinkan proses pemeriksaan berlangsung lebih efisien sehingga jemaah dapat segera melanjutkan proses kedatangan tanpa antrean panjang," kata Agus.
Menurutnya, inovasi tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan haji yang semakin modern, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Saat ini, seluruh fasilitas pendukung debarkasi haji di berbagai titik kedatangan telah dinyatakan siap beroperasi. Mulai dari kesiapan petugas, perangkat pemeriksaan, hingga sistem teknologi pendukung telah dipastikan berjalan optimal untuk menyambut gelombang kepulangan jemaah.
Hendarsam menegaskan, percepatan layanan ini merupakan bagian dari transformasi keimigrasian yang tidak hanya mengutamakan kecepatan, tetapi juga menjaga standar keamanan nasional.
"Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia yang kembali ke Tanah Air. Harapan kami, proses kedatangan berlangsung cepat, aman, dan nyaman sehingga para jemaah bisa segera berkumpul kembali dengan keluarga. Ini sejalan dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," tutupnya.
Editor : Arif Ardliyanto