Air Lindi Bocor Ancam Pengguna Jalan, DLH Surabaya Sebut Banyak Armada Tak Laik Operasi
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan terhadap armada truk pengangkut sampah yang beroperasi setiap hari. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebocoran air lindi yang kerap menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi membahayakan pengguna jalan karena membuat permukaan jalan menjadi licin.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, inspeksi mendadak (sidak) rutin digelar terhadap armada pengangkut sampah yang melayani rute dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satu pengawasan terbaru dilakukan di kawasan Jalan Raya Tandes.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Surabaya, Wasis Sutikno, mengungkapkan bahwa dalam sidak tersebut pihaknya menemukan sejumlah armada yang memerlukan perbaikan, baik kendaraan milik swasta maupun armada milik DLH sendiri.
“Untuk armada swasta, kami menemukan beberapa bak kontainer yang sudah berlubang. Sementara armada compactor milik DLH juga kami periksa kelayakannya, mulai dari lampu sein, sistem pengereman hingga kondisi lampu belakang. Ada satu armada yang lampu rem belakangnya tidak berfungsi,” kata Wasis, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, setiap kerusakan yang ditemukan harus segera ditangani tanpa menunggu jadwal perawatan rutin. DLH meminta pengemudi dan petugas terkait segera melaporkan kerusakan agar dapat diperbaiki secepat mungkin demi menjaga keselamatan operasional armada.
Selain memeriksa kondisi kendaraan, petugas juga melakukan pengecekan terhadap sistem penampungan air lindi pada truk compactor. Pemeriksaan ini menjadi fokus utama karena kebocoran air lindi dapat menyebabkan cairan sampah menetes di sepanjang perjalanan menuju TPA.
Wasis menjelaskan, kerusakan pada bagian seal atau penampungan yang mengalami korosi dapat menjadi penyebab utama kebocoran.
“Kalau seal rusak atau tempat penampungannya keropos, air lindi bisa keluar selama perjalanan. Karena itu kami lakukan pengecekan secara detail,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto