Air Lindi Bocor Ancam Pengguna Jalan, DLH Surabaya Sebut Banyak Armada Tak Laik Operasi
Dalam sidak yang berlangsung pada Kamis (4/6/2026) malam tersebut, DLH memeriksa sekitar 10 armada pengangkut sampah milik pemerintah maupun swasta. Pemeriksaan dilakukan pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, bertepatan dengan jam operasional pengangkutan sampah menuju TPA.
Petugas juga menemukan beberapa armada yang memiliki volume air lindi cukup banyak di dalam penampungan. Namun, selama sistem penampungan tidak mengalami kebocoran, kondisi tersebut masih dinilai aman.
“Kami keluarkan dan bersihkan sekalian. Memang ada yang menampung lindi cukup banyak, tetapi yang terpenting tidak ada kebocoran saat kendaraan beroperasi,” jelasnya.
DLH memastikan pengawasan terhadap armada sampah akan terus dilakukan secara berkala di berbagai titik dan jalur distribusi sampah di Kota Surabaya. Pemeriksaan tidak hanya menyasar jalur selatan, tetapi juga wilayah utara hingga akses menuju TPA melalui jalan tol.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh armada yang beroperasi tetap dalam kondisi laik jalan serta memenuhi standar keselamatan dan kebersihan lingkungan.
“Kegiatan ini akan terus berlanjut. Setelah jalur selatan, kami juga akan melakukan pemeriksaan di jalur utara. Semua armada yang menuju TPA akan kami pantau,” tegas Wasis.
Saat ini DLH Surabaya mengoperasikan sebanyak 104 armada pengangkut sampah yang terdiri dari truk compactor dan arm roll. Ratusan armada tersebut melayani 195 TPS yang tersebar di berbagai wilayah Kota Pahlawan.
Sebagai upaya meningkatkan sistem pengelolaan sampah, DLH juga tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) baru terkait penanganan air lindi. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pembuangan air lindi langsung di TPS sebelum armada diberangkatkan menuju TPA.
Namun, rencana tersebut masih menunggu kelengkapan fasilitas pendukung berupa alat pembersih bertekanan tinggi atau karcher di seluruh TPS.
“Sedang kami susun SOP yang paling efektif. Saat ini juga sedang proses pengadaan karcher untuk mendukung pengelolaan air lindi di TPS,” katanya.
DLH menargetkan pengadaan sebanyak 195 unit karcher rampung pada Juni 2026. Nantinya setiap TPS akan dilengkapi satu unit alat pembersih guna mendukung pengelolaan sampah yang lebih bersih, aman, dan ramah lingkungan.
“Jumlah karcher yang diadakan sesuai dengan jumlah TPS. Jadi setiap TPS nantinya memiliki satu unit untuk menunjang operasional,” pungkas Wasis.
Editor : Arif Ardliyanto