get app
inews
Aa Text
Read Next : Jarang Tersorot, Perjuangan Sopir Truk di Pelabuhan Surabaya Dapat Perhatian Saat Ramadan

Waktu Tunggu Kapal Terpangkas 80 Persen, TPK Nilam Catat Arus Petikemas Tembus 49.685 TEUs

Kamis, 11 Juni 2026 | 06:09 WIB
header img
TPK Nilam membuktikan inovasi operasional mampu meningkatkan kapasitas layanan tanpa pembangunan infrastruktur baru. Arus petikemas tembus 49.685 TEUs. Foto ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya meningkatkan efisiensi layanan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak mulai menunjukkan hasil signifikan. Melalui implementasi Program EAZI (Easy Access Zone Integration), Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) yang dikelola PT Terminal Teluk Lamong (TTL) berhasil memangkas waktu pelayanan kapal sekaligus meningkatkan kapasitas terminal secara nyata.

Program yang diterapkan selama periode 23 April hingga 25 Mei 2026 tersebut menjadi salah satu terobosan penting dalam penataan Zona Labuh 2 Pelabuhan Tanjung Perak. Berkat optimalisasi pengelolaan area labuh, arus operasional kapal menjadi lebih lancar, terintegrasi, dan efisien.

EAZI merupakan hasil sinergi antara operator terminal, regulator, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor kepelabuhanan. Melalui pengaturan pola labuh yang lebih efektif, program ini mampu mempercepat proses pergantian antar kapal atau ship to ship (STS), yang selama ini menjadi salah satu faktor penting dalam produktivitas pelabuhan.

Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, mengungkapkan bahwa hasil evaluasi selama masa implementasi menunjukkan peningkatan kinerja yang sangat signifikan.

“Implementasi Program EAZI menunjukkan dampak positif yang nyata terhadap produktivitas operasional TPK Nilam. Waktu ship to ship berhasil dipangkas secara signifikan dari 4–5 jam menjadi rata-rata hanya 1,5 jam. Efisiensi tersebut memberikan ruang bagi peningkatan jumlah kunjungan kapal sekaligus memperkuat kapasitas layanan terminal,” ujarnya.

Sebelum program EAZI diterapkan, rata-rata waktu pergantian antar kapal berada di kisaran empat hingga lima jam. Namun setelah program berjalan, waktu tersebut berhasil ditekan hingga rata-rata hanya satu jam 30 menit.

Pencapaian terbaik bahkan terjadi pada pelayanan Kapal Intan Daya 12 dan Meratus Wakatobi pada 24 Mei 2026. Saat itu, proses ship to ship berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 31 menit, menjadi rekor tercepat selama pelaksanaan program.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut