Waktu Tunggu Kapal Terpangkas 80 Persen, TPK Nilam Catat Arus Petikemas Tembus 49.685 TEUs
Penurunan waktu layanan tersebut berdampak langsung terhadap kapasitas operasional terminal. Jika sebelumnya TPK Nilam melayani rata-rata 14 kunjungan kapal setiap pekan, kini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 17 kapal per minggu atau tumbuh sekitar 21 persen.
Peningkatan efisiensi pelayanan kapal juga berkontribusi terhadap lonjakan arus petikemas di TPK Nilam. Pada Mei 2026, terminal ini mencatat volume petikemas mencapai 49.685 TEUs, menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun berjalan.
Menurut Retno, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa peningkatan kapasitas layanan tidak selalu harus ditempuh melalui pembangunan fasilitas baru.
“Inovasi operasional, kolaborasi lintas instansi, dan optimalisasi sumber daya yang ada terbukti mampu meningkatkan produktivitas terminal secara signifikan,” katanya.
Keberhasilan implementasi EAZI juga mendapat apresiasi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak.
Kepala Bidang Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan (P2) KSOP Utama Tanjung Perak, Arizal, menilai program tersebut berhasil meningkatkan efisiensi pelayanan kapal tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran.
“Kami mengapresiasi hasil implementasi Program EAZI yang menunjukkan peningkatan efisiensi pelayanan kapal dan produktivitas terminal. Dari evaluasi yang dilakukan bersama, terlihat adanya percepatan waktu layanan serta peningkatan kapasitas pelayanan kapal,” jelas Arizal.
Meski demikian, sejumlah aspek masih akan terus disempurnakan, mulai dari akurasi informasi ETA kapal, sinkronisasi antar pemangku kepentingan, hingga optimalisasi proses perencanaan dan perizinan labuh agar manfaat program semakin maksimal dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menegaskan bahwa keberhasilan EAZI merupakan bagian dari transformasi operasional perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan dan daya saing pelabuhan nasional.
Menurutnya, inovasi seperti EAZI menjadi bukti bahwa peningkatan kapasitas layanan dapat dicapai tanpa harus selalu bergantung pada investasi infrastruktur baru.
“Program ini menjadi salah satu bukti komitmen PT Terminal Teluk Lamong dalam menghadirkan layanan pelabuhan yang lebih cepat, terintegrasi, dan berdaya saing guna mendukung kelancaran logistik nasional,” ujar David.
Melihat hasil yang dicapai di TPK Nilam, PT Terminal Teluk Lamong berencana memperluas implementasi Program EAZI ke Terminal Petikemas Berlian. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan area labuh, mempercepat pelayanan kapal, serta menghadirkan standar layanan yang lebih unggul bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi Pelabuhan Tanjung Perak sebagai salah satu gerbang logistik utama Indonesia Timur dan mendukung transformasi ekosistem kepelabuhanan modern yang tengah dijalankan Pelindo Group.
Editor : Arif Ardliyanto