get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda Jatim Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk 2.000 Buruh Jelang May Day

126 Siswa Angkatan Pertama SMA Boarding Gratis di Kediri Lulus, 73 Persen Tembus PTN

Senin, 15 Juni 2026 | 08:15 WIB
header img
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. (Foto : istimewa).

KEDIRI, iNewsSurabaya.id – Sebanyak 126 siswa angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School resmi dilepas dalam acara kelulusan yang digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Minggu (14/6/2026). 

Kelulusan angkatan perdana ini menjadi tonggak penting bagi sekolah berasrama gratis yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kediri untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mengakses pendidikan berkualitas.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan rasa bangganya atas capaian para siswa yang berhasil membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.

Menurut Dhito, angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare berhasil mencatatkan tingkat kelulusan ke perguruan tinggi yang sangat membanggakan. Dalam kurun waktu tiga tahun, capaian siswa yang diterima di perguruan tinggi meningkat signifikan hingga mencapai 73,21 persen.

“Passing grade-nya bisa di atas 70 persen untuk angkatan pertama. Alhamdulillah, capaian ini menjadikan lulusan sekolah ini memiliki tingkat penerimaan di perguruan tinggi terbaik di Kabupaten Kediri, bahkan melampaui beberapa daerah lain,” katanya.

Dari total 126 siswa, sebanyak 56 siswa mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan 41 di antaranya dinyatakan lolos atau setara 73,21 persen. Selain itu, 10 siswa diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Secara keseluruhan, sebanyak 101 siswa berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta. 

SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School yang diresmikan pada 2023 merupakan program unggulan Pemkab Kediri untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis. Seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan siswa ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Mayoritas siswa berasal dari keluarga Desil 1 atau kelompok ekonomi terbawah. Orang tua mereka umumnya bekerja sebagai buruh tani, pedagang kecil, maupun buruh harian.

“Tiga tahun lalu mereka mungkin tidak memiliki harapan untuk melanjutkan pendidikan. Namun hari ini mereka membuktikan bahwa anak-anak dari Desil 1 memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Dhito.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Aditya Wahyu Pratama. Di saat banyak rekannya telah lebih dulu diterima di perguruan tinggi, Aditya tetap berjuang mengejar impiannya hingga akhirnya berhasil lolos ke Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (FTI ITB).

“Awalnya saya merasa masih kurang mampu, tetapi saya terus berusaha mengejar impian meskipun terasa mustahil bagi saya,” ungkap Aditya.

Dhito juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Putera Sampoerna Foundation (PSF), yang selama ini turut mendukung pengembangan sekolah berasrama tersebut.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut