Tak Main-Main, Dindik Jatim Terbang ke Shanghai Demi Cetak Generasi Siap Kerja di Era AI
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur mengambil langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi dan menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan global di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Salah satunya dengan menjalin kerja sama internasional bersama HGI Research Centre di Shanghai, Tiongkok.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang menjadi pintu awal pengembangan berbagai program pendidikan berbasis kebutuhan industri masa depan. Kerja sama ini mencakup integrasi pendidikan dan industri, pengembangan talenta digital, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, hingga program pertukaran dan kolaborasi internasional.
Penandatanganan LoI dilakukan dalam rangkaian kunjungan resmi delegasi Dindik Jawa Timur ke Shanghai yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi tidak hanya melakukan pertemuan resmi dengan HGI Research Centre, tetapi juga mengikuti berbagai diskusi strategis, kunjungan lapangan, serta pertukaran pengetahuan dengan sejumlah institusi pendidikan vokasi terkemuka di Shanghai.
Wakil Presiden HGI Research Centre, Wang Chen, menegaskan bahwa pendidikan vokasi di era digital tidak cukup hanya mengajarkan penggunaan teknologi. Menurutnya, siswa harus memahami bagaimana industri bekerja dan bagaimana sebuah proyek dijalankan secara profesional.
“Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan. Di era AI, perusahaan tidak lagi hanya mencari individu yang bisa menggunakan AI, tetapi mereka yang mampu memanfaatkannya secara efektif dalam berbagai proses bisnis,” ujar Wang Chen.
Ia menambahkan, HGI Research Centre berkomitmen menghadirkan pengalaman industri nyata ke dalam ruang kelas melalui penerapan proyek, proses kerja, serta standar industri internasional yang relevan dengan kebutuhan pasar global.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menilai perkembangan industri digital saat ini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi dunia. Karena itu, dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dan menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.
Menurut Aries, kerja sama dengan HGI Research Centre dan berbagai kampus vokasi di Shanghai diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi siswa Jawa Timur untuk memperoleh pengalaman belajar berstandar internasional.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat mencetak talenta muda yang tidak hanya menguasai keterampilan digital terkini, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan wawasan global untuk mendukung pertumbuhan industri di Jawa Timur,” katanya.
Selama kunjungan berlangsung, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang lebih konkret, mulai dari penyusunan kurikulum berbasis industri, pengembangan program magang, hingga sertifikasi keterampilan vokasi berstandar internasional.
Salah satu konsep yang menjadi perhatian khusus adalah “Chinese + Class Skill”, yaitu model pembelajaran yang menggabungkan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional yang dibutuhkan dunia kerja.
Konsep tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan industri global saat ini, terutama mengingat semakin banyak perusahaan internasional yang membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknis sekaligus keterampilan komunikasi lintas budaya.
Melalui kerja sama ini, Dindik Jawa Timur berharap sekolah-sekolah vokasi di daerah mampu menghasilkan lulusan yang lebih siap kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan langkah ini, Jawa Timur menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi dan mencetak generasi muda yang siap menjadi pemain utama dalam transformasi industri digital global.
Editor : Arif Ardliyanto