500 Skater Lintas Daerah Padati Surabaya di World Skateboarding Day, Aksinya Bikin Jantung Berdebar
Reno menjelaskan, skateboard bukan sekadar olahraga atau hobi, melainkan juga sarana membangun karakter. Filosofi utama yang melekat dalam dunia skateboard adalah keberanian untuk bangkit setiap kali mengalami kegagalan.
"Semangat itu yang ingin kami tularkan kepada anak-anak muda. Mereka belajar bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti, tetapi motivasi untuk terus mencoba," katanya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan sejumlah inovasi dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya adalah penggunaan obstacle atau lintasan rintangan dengan standar internasional yang memberikan pengalaman lebih menantang bagi para peserta.
Selain atraksi skateboard, festival ini juga menjadi panggung kolaborasi berbagai komunitas kreatif. Mulai dari BMX, inline skate, seni mural, hingga penampilan musik hip-hop, rap, dan band-band lokal maupun nasional yang semakin menyemarakkan suasana.
Sebagai bentuk pembinaan bagi talenta muda, panitia juga menggelar 76 Best Skaters Competition yang diikuti peserta dari seluruh kota penyelenggara. Kompetisi ini menjadi ajang pencarian bibit-bibit atlet skateboard potensial dari berbagai daerah.
Para pemenang terbaik nantinya akan mendapatkan apresiasi khusus berupa program Skate on Vacation ke Lombok pada akhir tahun 2026.
"Di Lombok nanti para juara tidak hanya berlibur, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas bersama seperti sesi skate, kompetisi santai, dan kegiatan kebersamaan. Ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras mereka selama mengikuti kompetisi," tutur Reno.
Perayaan World Skateboarding Day 2026 di Surabaya pun tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan para skater, tetapi juga simbol berkembangnya budaya kreatif anak muda yang menjunjung tinggi sportivitas, solidaritas, dan semangat pantang menyerah.
Editor : Arif Ardliyanto