Investasi di Lamongan Dipermudah, Kawasan Industri Baru Siapkan Perizinan Terpadu Akses Strategis
Dari sisi operasional, kawasan ini juga menerapkan konsep circular economy dengan pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan industri.
Ketersediaan sumber daya manusia juga menjadi salah satu faktor pendukung. Kawasan tersebut memiliki akses terhadap lebih dari 650 ribu tenaga kerja terampil dan semi-terampil yang berasal dari Lamongan, Surabaya, dan wilayah sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan sektor manufaktur.
Tak hanya berorientasi pada industri umum, kawasan ini juga mengembangkan klaster pangan yang ditujukan untuk mendukung proses hilirisasi berbagai komoditas strategis. Menurut Benjamin, langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor pangan di Jawa Timur.
Dengan kombinasi kemudahan perizinan, dukungan infrastruktur, dan pengembangan industri berkelanjutan, keberadaan kawasan industri ini diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi di Lamongan maupun Jawa Timur.
Editor: Arif Ardliyanto