Di Balik Ramainya Arus Mudik, Ada Peran Mahasiswa yang Membantu Ribuan Penumpang
Selain membantu kelancaran pelayanan, para relawan juga menjadi pendamping bagi masyarakat yang masih mengalami kendala dalam menggunakan sistem ticketing digital.

"Saat jam ramai, banyak penumpang yang kebingungan menggunakan mesin cetak tiket. Kami bantu menjelaskan langkah-langkahnya agar prosesnya lebih cepat dan mereka tidak tertinggal kereta," ujar Ade Firmanda.
Kehadiran mahasiswa di tengah tingginya mobilitas penumpang mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang pemudik, Rizki mengaku terbantu karena proses pelayanan menjadi lebih mudah dipahami.
"Sempat bingung karena antreannya panjang, tapi dibantu diarahkan oleh relawan, jadi prosesnya lebih cepat dan jelas," tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa KKN Tematik tidak hanya menjadi wadah penerapan ilmu di luar kampus, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam pelayanan publik. Melalui interaksi dengan masyarakat, mahasiswa turut mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama, dan penyelesaian masalah di lapangan.
Keterlibatan mahasiswa UNTAG Surabaya di Stasiun Pasar Turi menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui aksi sederhana yang memberikan dampak nyata. Di tengah tingginya mobilitas saat arus mudik, kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menciptakan layanan transportasi yang lebih tertib, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan penumpang.
Penulis
Ade Firmanda dan Tim (Mahasiswa Untag Surabaya)
Editor : Arif Ardliyanto