Dispenser Sabun Otomatis Bantu Siswa Berkebutuhan Khusus Lebih Mandiri Menjaga Kebersihan
Tak hanya itu, tim mahasiswa juga memasang poster edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang didesain menggunakan ilustrasi sederhana, warna kontras, serta bahasa yang mudah dipahami sehingga lebih ramah bagi siswa penyandang disabilitas.
Kepala SMA SLB Muhammadiyah Sidayu, Mat Wahib, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa karena dinilai menjawab kebutuhan sekolah.
"Fasilitas ini sangat membantu siswa kami, terutama yang memiliki keterbatasan motorik. Dengan dispenser otomatis, mereka dapat mencuci tangan secara lebih mandiri. Kami berharap kebiasaan hidup bersih ini terus terbentuk dan menjadi budaya di lingkungan sekolah," ujar Mat Wahib.
Selain menyediakan sarana sanitasi, mahasiswa turut memberikan edukasi kepada siswa melalui demonstrasi cara mencuci tangan yang benar menggunakan sabun. Guru juga mendapat pendampingan mengenai perawatan dispenser, mulai dari pengisian ulang sabun hingga penggantian baterai agar alat dapat digunakan secara berkelanjutan.
Perwakilan tim mahasiswa, Prana Fandy Pratama, mengatakan program tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan nyata yang ditemukan di lapangan.
"Kami ingin teknologi sederhana ini tidak hanya menjadi fasilitas tambahan, tetapi benar-benar memudahkan aktivitas siswa sehari-hari. Harapannya, inovasi ini dapat meningkatkan kemandirian sekaligus membangun kebiasaan hidup bersih di lingkungan sekolah," kata Prana.
Program pemberdayaan masyarakat ini mencapai seluruh target yang telah direncanakan. Kehadiran dispenser sabun otomatis mempermudah akses siswa berkebutuhan khusus dalam mencuci tangan secara mandiri, sementara poster PHBS menjadi media edukasi yang mendukung pembiasaan hidup bersih di sekolah.
Pihak sekolah juga berkomitmen melakukan perawatan alat secara berkala serta menyediakan kebutuhan sabun cair agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNTAG Surabaya berharap inovasi berbasis teknologi tepat guna dapat menjadi solusi sederhana yang memberi dampak nyata bagi peningkatan sanitasi sekolah inklusif sekaligus menginspirasi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih, sehat, aman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.
Penulis
Prana Fandy Pratama (Mahasiswa KKN Untag Surabaya)
Editor : Arif Ardliyanto