7.380 Siswa Surabaya Terima Bantuan Pendidikan, Eri Cahyadi Pastikan Anak Miskin Tetap Bisa Sekolah
Berbeda dengan program bantuan yang dibatasi kuota, Pemkot Surabaya menerapkan sistem berdasarkan kondisi riil masyarakat. Selama siswa berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga 5, bantuan akan diberikan tanpa batasan jumlah penerima.
"Kalau jumlah penerimanya bertambah, bantuan juga bertambah. Sebaliknya, kalau berkurang, jumlahnya juga menyesuaikan. Prinsipnya bantuan harus tepat sasaran," tegas Eri.
Pemkot juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang belum sempat mendaftar pada tahap pertama melalui mekanisme pendaftaran secara daring pada tahap berikutnya.
Eri Cahyadi kembali menegaskan bahwa sekolah negeri di Surabaya tidak diperbolehkan lagi menarik pungutan apa pun setelah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggratiskan biaya pendidikan di sekolah negeri.
Sementara itu, siswa dari keluarga kurang mampu yang memilih sekolah swasta tetap memperoleh bantuan Rp350 ribu setiap bulan agar tidak terbebani biaya pendidikan.
"Anak-anak yang masuk desil 1 sampai 5 dan bersekolah di sekolah swasta menerima bantuan Rp350 ribu setiap bulan. Dengan adanya bantuan ini, tidak boleh lagi ada pungutan kepada mereka. Ini merupakan bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan sekaligus memastikan seluruh warga Surabaya mendapatkan pendidikan yang layak," katanya.
Editor: Arif Ardliyanto