7.380 Siswa Surabaya Terima Bantuan Pendidikan, Eri Cahyadi Pastikan Anak Miskin Tetap Bisa Sekolah
Di hadapan ribuan siswa, Eri juga mengingatkan agar para pelajar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya. Ia mengajak generasi muda Surabaya menjauhi tawuran, geng motor, balap liar, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya.
"Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan buat bangga orang tua. Tunjukkan bahwa arek Suroboyo bisa menjadi generasi yang membanggakan," pesannya.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Kota Surabaya, Arief Boediarto, menjelaskan sebanyak 8.469 siswa mendaftar program tersebut. Setelah melalui proses verifikasi dan validasi, 7.380 siswa dinyatakan memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.
"Kami memastikan penerima bantuan benar-benar berasal dari keluarga miskin, pramiskin, serta anak yatim dan piatu. Seluruh data telah diverifikasi melalui sistem agar bantuan tepat sasaran," jelas Arief.
Ketua Tim Kerja Kesejahteraan Rakyat Bapemkesra Kota Surabaya, Efi Zuliati, menambahkan bahwa mekanisme penyaluran bantuan tahun ini telah disempurnakan berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya.
Selain sistem yang diperbaiki, besaran bantuan juga naik dari Rp320 ribu menjadi Rp350 ribu per bulan. Dana tersebut dapat digunakan untuk membayar SPP, Lembar Kerja Siswa (LKS), hingga biaya praktik di sekolah swasta.
Sementara siswa sekolah negeri tidak menerima bantuan biaya pendidikan karena tidak lagi dikenakan SPP. Meski demikian, seluruh penerima baru dari sekolah negeri maupun swasta tetap memperoleh paket perlengkapan sekolah berupa seragam, sepatu, dan kaus kaki pada awal program.
Salah satu penerima bantuan, Putri Fellin, siswi kelas XI SMK Rajasa Surabaya, mengaku program tersebut sangat membantu keluarganya sekaligus menjadi motivasi untuk terus bersekolah.
"Alhamdulillah, bantuan ini sangat meringankan beban orang tua. Sekarang saya bisa lebih tenang melanjutkan sekolah," ujarnya.
Putri berharap program bantuan pendidikan tersebut terus berlanjut agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu bisa mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya.(adv)
Editor: Arif Ardliyanto