Sekolah Rakyat Muncar Gabungkan Jenjang SD, SMP, dan SMA dalam Satu Kawasan
BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau progres pembangunan sekaligus kelengkapan fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Banyuwangi yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026).
Saat ini, progres pembangunan SRT 1 Banyuwangi telah mencapai 88,7 persen dan ditargetkan rampung dalam 12 hari ke depan. Sekolah ini mengintegrasikan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan, lengkap dengan asrama siswa, ruang kelas modern, laboratorium, gedung serbaguna, fasilitas olahraga, hingga sarana ibadah.
Menurut Khofifah, pendidikan adalah salah satu cara atau ikhtiar untuk dapat memutuskan mata rantai kemiskinan. SRT 1 Banyuwangi merupakan upaya pemerintah untuk memberikan pendidikan terbaik bagi masyarakat yang ada di desil 1 dan 2 untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Sekolah ini juga dilengkapi fasilitas penunjang yang sangat baik.
"Jawa Timur ini terbanyak memiliki sekolah rakyat baik yang di dalam proses rintisan maupun yang di dalam proses pelaksanaan secara permanen. Ini yang sudah permanen lahan disiapkan oleh kabupaten dan kota dan pembiayaan seluruhnya di dalam pembiayaan APBN," terangnya.
Pada tahun pelajaran 2026/2027 SRT Muncar ini menerima total 237 siswa. Diantaranya 90 siswa SMA, 90 siswa SMP dan 57 Siswa SD. SRT 1 Banyuwangi ini merupakan gabungan dari SR Rintisan Banyuwangi yaitu dari SRT 2 Banyuwangi yang berada di Gedung Balai Pendidikan dan Latihan PNS di Kecamatan Licin dan SRT 46 Banyuwangi yang terletak di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Banyuwangi.
"Kami memberikan dukungan, pertama melalui koordinasi dan jejaring dari relawan-relawan sosial. Jadi kalau kita melihat bagaimana proses rekrutmen maka relawannya dari berbagai elemen ya ada pendamping PKH kemudian ada juga TKSK kemudian ada tim relawan," katanya.
Editor : Arif Ardliyanto