Heboh! Analisis 25 Indikator Ungkap Spanyol Bakal Juara Piala Dunia 2026, Argentina Gigit Jari
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persaingan menuju gelar Piala Dunia FIFA 2026 semakin menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk akademisi. Berdasarkan kajian menggunakan 25 indikator makro sepak bola modern, Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, Ph.D., memprediksi laga final ideal akan mempertemukan Spanyol dan Argentina.
Dalam analisanya, Supangat menilai duel tersebut akan berlangsung sengit karena mempertemukan dua tim dengan karakter permainan yang berbeda. Meski demikian, ia meyakini Tim Matador memiliki peluang lebih besar untuk mengangkat trofi juara dunia berkat kekuatan kolektif yang dinilai lebih lengkap.
"Melihat 25 tolak ukur komprehensif yang merupakan cetak biru sebuah tim juara, prediksi final ideal antara Spanyol dan Argentina akan menjadi pertarungan taktik dan mental yang sangat sengit. Namun, jika harus memilih satu yang keluar sebagai juara dunia berdasarkan pemenuhan indikator secara paling maksimal, Spanyol adalah prediksinya," ujar Supangat dalam keterangan resminya.
Menurut Supangat, keberhasilan Spanyol bukan ditentukan oleh satu pemain bintang, melainkan sistem permainan yang berjalan konsisten. Sedikitnya ada empat faktor utama yang membuat La Roja lebih difavoritkan dibanding Argentina.
1. Kedalaman Skuad yang Merata
Spanyol dinilai memiliki kualitas pemain yang merata di semua lini. Perbedaan kualitas antara pemain inti dan pelapis sangat tipis sehingga rotasi dapat dilakukan tanpa mengurangi kekuatan tim.
Sementara itu, Argentina disebut masih memiliki ketergantungan psikologis terhadap sosok pemimpin di lapangan, termasuk warisan pengaruh Lionel Messi.
2. Kolektivitas dan Penguasaan Permainan
Keunggulan lain berada pada permainan kolektif. Spanyol dikenal mampu mengontrol ritme pertandingan melalui penguasaan bola sehingga lawan dipaksa menguras energi dan kesulitan mengembangkan permainan.
Strategi tersebut juga membuat lini pertahanan lebih aman karena ancaman lawan dapat diminimalkan sejak fase membangun serangan.
Editor : Arif Ardliyanto