Sempat Ditemukan di Masjid, WNI Asal Madiun Ini Kembali Hilang di Korea Selatan, Ini Dugaan Modusnya
Upaya pencarian sebenarnya sempat membuahkan hasil. Femas diketahui berada di sebuah masjid di kawasan Gyeonggi-do hingga Jumat pekan lalu. Namun sebelum proses penjemputan dilakukan, ia kembali meninggalkan lokasi.
"Kami sudah mendapatkan videonya. Yang bersangkutan sempat ditemukan di Masjid Angsan sampai hari Jumat, tetapi pada hari itu juga kami kembali kehilangan jejaknya," jelas Wiky.
Hingga kini, keberadaan Femas masih belum diketahui.
Hilang Saat Alasan Membeli Sepatu
Kasus hilangnya Femas sebelumnya menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Pemuda berusia 22 tahun itu dilaporkan menghilang sejak 28 Juni 2026 ketika mengikuti perjalanan wisata ke Seoul.
Saat itu, Femas berpamitan kepada pendamping rombongan dengan alasan ingin membeli sepatu. Namun setelah meninggalkan rombongan, ia tidak pernah kembali dan seluruh komunikasi terputus.
Koordinasi dengan Polisi Korea Selatan
Berani Backpacker menyatakan masih terus berkoordinasi dengan kepolisian Korea Selatan serta agen perjalanan setempat untuk melacak keberadaan Femas.
Sebagai bentuk tanggung jawab, biro perjalanan juga menyatakan siap menanggung seluruh biaya transportasi dan akomodasi kepulangan Femas ke Indonesia apabila berhasil ditemukan.
Meski demikian, dugaan bahwa Femas sengaja menghilang untuk bekerja secara ilegal masih sebatas asumsi dari pihak biro perjalanan. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari otoritas Korea Selatan yang memastikan motif maupun keberadaan Femas.
Di sisi lain, ibu Femas, Muatin, mengaku terkejut mengetahui anaknya pergi ke Korea Selatan. Bahkan, ia baru mengetahui keberangkatan tersebut setelah menerima tagihan dari biro perjalanan.
"Saya tak tahu mengenai keberangkatan anak saya," kata Muatin.
Proses pencarian terhadap Femas Yani Ariyanto masih terus berlangsung, sementara keluarga berharap ia segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Editor : Arif Ardliyanto