Bukan Sekadar Tempat Ngopi, Kedai Kopi di Surabaya Ini Punya Misi Sosial yang Tak Banyak Diketahui
Biji kopi yang disajikan berasal dari hasil pendampingan petani kopi di berbagai wilayah Jawa Timur. Produk mereka kemudian dipasarkan melalui MADAYA sehingga memiliki nilai tambah sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
"Coffee shop ini merupakan bagian hilir dari proses pemberdayaan. Produk kopi yang dijual berasal dari para mustahik yang kami dampingi," jelas Bobby.
Konsep tersebut sejalan dengan visi "mustahik to muzaki", yakni mendorong penerima manfaat agar mampu mandiri secara ekonomi hingga suatu saat menjadi pihak yang juga bisa berbagi kepada sesama.
Keunikan lain dari Coffee Shop MADAYA adalah setiap transaksi yang dilakukan pelanggan turut menjadi bagian dari gerakan sedekah.
Dengan demikian, aktivitas sederhana seperti membeli secangkir kopi ikut berkontribusi dalam mendukung berbagai program sosial Dompet Dhuafa. Mulai dari pemberdayaan petani, pengembangan usaha produktif, hingga berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.
Konsep ini menjadikan setiap cangkir kopi memiliki nilai sosial yang lebih besar dibanding sekadar minuman.
Tak hanya menghadirkan kedai kopi, Dompet Dhuafa Jawa Timur juga menyiapkan berbagai pelatihan keterampilan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Program yang disiapkan meliputi pelatihan barista, cukur rambut, menjahit, servis telepon seluler, hingga rencana pengembangan pelatihan layanan kesehatan berbasis kunjungan ke rumah.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur, Moch. Rizzqi Aladib, mengatakan penguatan layanan sosial dan pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama lembaganya dalam memperluas manfaat di Jawa Timur.
Menurutnya, kantor baru ini diharapkan bukan sekadar menjadi tempat bekerja, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, belajar, membangun jejaring, dan memperkuat kepedulian sosial.
"Berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan dan kesenjangan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya semakin luas," ujarnya.
Melalui konsep Satu Atap Kebaikan, Dompet Dhuafa Jawa Timur ingin menunjukkan bahwa gerakan sosial dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Bahkan, dari secangkir kopi yang dinikmati bersama, lahir peluang untuk memberdayakan petani, membekali generasi muda dengan keterampilan, sekaligus menumbuhkan budaya berbagi yang berkelanjutan.
Editor: Arif Ardliyanto