Perdagangan Jawa Tengah Tumbuh, Verifikasi Layanan Impor Lebih Cepat dari Biasanya di Semarang
Selain mempercepat pelayanan, kantor representatif tersebut juga diharapkan menjadi sarana memperkuat komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi pelaku usaha di bidang perdagangan dan impor. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem layanan yang semakin baik dan mendukung kelancaran aktivitas bisnis.
Feruz menambahkan, pembukaan kantor di Semarang juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi seluruh entitas dalam ekosistem IDSurvey. Melalui sinergi tersebut, kualitas layanan testing, inspection, and certification (TIC) diharapkan semakin meningkat serta mampu memperkuat daya saing perusahaan di tingkat regional.
Saat ini, IDSurvey tercatat sebagai perusahaan TIC terbesar di Indonesia dan berada di posisi keenam di kawasan Asia Pasifik. Perusahaan menargetkan peningkatan peringkat menjadi empat besar di kawasan tersebut melalui penguatan layanan dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Tengah, Budi Atmoko, menilai pembukaan kantor representatif KSO SCISI merupakan langkah yang tepat di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri dan logistik di Jawa Tengah, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Menurut Budi, meningkatnya aktivitas industri secara otomatis mendorong kebutuhan layanan verifikasi teknis impor yang lebih dekat dan mudah dijangkau para pelaku usaha.
"Kehadiran kantor ini sangat tepat. Jawa Tengah kini berkembang dengan adanya kawasan logistik dan industri, termasuk di Batang dan sekitarnya. Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap layanan verifikasi teknis impor juga semakin meningkat," ujarnya.
Ia berharap layanan serupa dapat diperluas ke kawasan industri lainnya di Jawa Tengah. Dengan akses layanan yang semakin dekat, para importir diyakini akan lebih mudah mengurus proses verifikasi berbagai komoditas, mulai dari baja, tekstil, hingga produk industri lainnya, sehingga dapat mendukung pertumbuhan sektor perdagangan dan industri di wilayah tersebut.
Editor: Arif Ardliyanto