12 Pramuka Berkebutuhan Khusus Tampil di Jambore Nasional 2026, Ini Janji Dindik Jatim pada PBK
Menurutnya, persoalan tersebut akan dibahas bersama Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur agar pembinaan semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pemetaan kebutuhan pembina Pramuka khusus serta penguatan program sertifikasi melalui Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para pembina dalam mendampingi peserta sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing.
"Pembinaan Pramuka bagi anak berkebutuhan khusus tidak bisa disamakan dengan sekolah umum. Ada metode khusus yang harus digunakan sesuai karakteristik masing-masing peserta didik," tegas Aries.
Sementara itu, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Basuki Babus Salam, memastikan seluruh kontingen Jawa Timur telah siap mengikuti Jambore Nasional 2026. Sebanyak 1.543 peserta telah melalui proses seleksi dan pembinaan selama kurang lebih enam bulan sebelum diberangkatkan.
Kontingen Jawa Timur dijadwalkan dilepas oleh Gubernur Jawa Timur pada 6 Agustus 2026 sebelum bertolak menuju Jakarta. Basuki menilai keikutsertaan 12 Pramuka Berkebutuhan Khusus menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka terus membuka ruang yang setara bagi seluruh anggotanya untuk berkembang, berprestasi, dan menunjukkan kemampuan di tingkat nasional.
Partisipasi mereka diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Jawa Timur, tetapi juga memperkuat pesan bahwa pendidikan dan kegiatan kepramukaan harus mampu mengakomodasi semua anak tanpa terkecuali.
Editor : Arif Ardliyanto